Sabtu, 09 April 2016
Jiwa Yang Tenang
Duhai jiwa yang tenang, menetaplah disini...
Terhanyutku dalam tantunan sabda Nya...
Saat ku terbangun dan bisa menghirup udara pagi yang sejuk meski terasa sesak karena dada sempit terhimpit. Terhimpit oleh ke-egoisan diri, keserakahan dan keangkuhan. Sering kali mencari siapa yang salah dari kejadin ini, namun enggan menoreh diri yang penuh duri. Duri yang menggoreskan luka pada siapa yang mendekat. Ya Rabb, betapa ku malu pada Nabi ku yang membalas semua caci, hina dan luka hati dengan mendoakan yang terbaik untuk para pencaci, para penghina yang nestapa. Kisah Tho'if yg memberi cambuk bagiku, betapa Nabiku mengajariku kelembutan, meski jibril menawarkan membinasakan penduduk Tho'if dengan melemparkan gunung agar mereka binasa. Namun Nabiku memilih mendoakan mereka dengan harapan akan ada dari keturunan Tho'if yang akan beriman.
Saat kuterbangun dgn hati terhimpit, kurasakan bahwa Langit memberiku satu kesempatan untuk belajar lapang dada. Satu hari yang diberikan Langit agar aku bisa belajar ikhlas, memaafkan, menjadi rendah hati dan memberiku kesempatan untuk menjadi pribadi yang lembut.
Lewat orang-orang hebat yang berjumpa denganku, Langit hendak mengajariku bahwa diatas langit masih ada langit. Langit mengajariku agar tak berjalan dibumi ini dengan kesombongan. Toh semua ini hanya sementara, dunia tak ada artinya.
Lewat orang-orang pencibir dan penghina, Langit tengah mengajariku arti memaafkan.
Arti kesabaran, arti keihlasan. Bahwa dunia itu hina, dan siapa yang mengejar dunia, maka ia adalah para pengejar kehinaan. orang yang menghina, sebenarnya tengah memperlihatkan kehinaan dirinya sendiri.
Saat diri banyak tanya, dan banyak pinta. Tak pernah cukup dengan karunia Mu yang begitu melimpah. aku tertegun dengan satu kutipan dari buku yang kubaca disepertiga malam yang gundah, seolah langit berkata
"Sudahkah kalian percayakan kehidupan kalian kepada-Ku sepenuhnya?"
Dan tak kuasaku menahan hujan yang turun dari sudut mata ini.... Ya Robbi ampuni kami...
Hari-hari ini, aku banyak belajar tentang merunduk,...
Merasakan kerdilnya diri dihadapan Kebesaran Mu..
Merasakan hinanya diri dihadapan Keagungan Mu...
Memohon ampunan Mu dengan noda sebanyak bumi.
Namun dalam sabda Mu aku tahu bahwa Ampunan Mu seluas jadad raya.
Demi Zat yang dunia ada dalam genggamanNya,.
Raja dihari pembalasan.
kuserahkan hidup dan matiku.
Mohon ampuni kami...
Jumat, 08 April 2016
Hujan
Hujan adalah bukti cinta langit pada bumi
Meski harus jatuh dari ketinggian ber-ratus km hujan tetap berani
Demi satu kata, berjumpa dengan bumi
Jatuh, melebur, bersatu dan membuat bumi kembali semi
Aku benci para pencaci hujan
Bagiku, hujan dapat menghapus sepi
Bagiku, hujan dapat menyamarkan tangisan
Tak ada yang tau jika saat hujan, air matakupun jatuh
Jatuh bersama dengan jatuhnya hujan
Seperti malam ini...
Terima kasih hujan, telah menemaniku dalam sendu
Hujan, aku akan selalu merindukanmu
Dalam lantunan surat yusuf yang makin mengiris
Belajar dari Julaikha yang melepaskan
Dengan kesabarannya, hingga Allah satukan jua dg yusuf
Hujan dibulan April
Malam ini sendu karena rindu yang tertahan
Hujanku padamu..
Pergilah Bersama Angin
Kurasakan angin yang berhembus menyapa
Lembut membelai dan membuai
Terasa kesejukan saat menerpa
Kaupun datang seperti angin
Tak terasa, lembut dan membuatku terbuai
Namun ku tersadar, bahwa hadirmu tidaklah benar
Kau masuk bukan dari pintu depan
Melainkan dari jendela, saatku menikmati semilir angin sore
Kumohon, pergilah bersama angin
Jangan singgah dan menetap disini
kecuali kau ketuk pintu dahulu
Angin, kumohon bawa siluet wajahnya pergi
Pergi jauh hingga saatnya nanti
Ada yang mengetuk pintu itu
Dan aku telah siap pergi bersamanya
Kamis, 11 Februari 2016
Nasihat diri
Bimillah hirrohman nirrohim...
Nyambung dari tulisan sebelumnya tentang pacaran dan j*d*h, kali ini minceh masih akan bahas seputar j*d*h. Biar para akhwat gak terjebak dengan penyakit cinderella compleks (sebuah penyakit yang diderta oleh seseorang, dimana orang tersebut menghayalkan sosok ideal yang hanya ada dalam dunia khayalnya, dan menolak ikhwan yang datang untuk melamar, karena tidak sesuai dengan sosok ideal yang ada dalam khayalannya itu) sebenernya materi ini minceh dapatkan dari sebuah artikel dan diperjelas lagi tadi sore lewat video ust. Salim A Fillah yang sangan Jleb banget. Apa ituh??? cekidooooooottt...
Ada beberapa poin yang harus kita perhatikan :
Pertama
Satu hal yang seringkali dilupakan oleh banyak wanita,ADALAH bahwa kemuliaan wanita tidak bergantung pada laki-laki yang mendampinginya. Tahu darimana? Allah meletakkan dua wanita mulia dalam Alquran, Maryam dan Asiyah. Kita tahu bahwa Maryam adalah wanita suci yang tidak memiliki suami, dan Asiyah adalah istri dari manusia yang sangat durhaka, Firaun. Apakah status itu mengurangi kemuliaan mereka? NO....
Itulah mengapa bagi wanita dizaman Rosulullah dulu, yang terpenting bukan mendapat jodoh di dunia atau tidak, melainkan bagaimana memperoleh kemuliaan di sisi Allah.
Kedua
Bicara jodoh adalah bicara tentang hal yang jauh: Akhirat, Syurga, Ridha Allah, bukan semata-mata dunia.
Ketiga
Jdoh itu sudah tertulis. Tidak akan tertukar. yang kemudian menjadi ujian bagi kita adalah bagaimana cara menjemputnya. Beda cara, beda rasa. Dan tentu saja beda keberkahannya.
Keempat
Dalam hal rezeki,urusan kita adalah bekerja. Soal Allah mau meletakkan rezeki itu dimana, itu terserah Allah. Begitupun jodoh, urusan kita adalah ikhtiar. Soal Allah mau mempertemukan dimana, itu terserah Allah.
Kelima
Cara Allah memberi jodoh, tergantung cara kita menjemputnya. Satu hal yang Allah janjikan, bahwa yang baik untuk yang baik. Maka, mengupayakan kebaikan diri adalah hal utama dalam ikhtiar menjemput jodoh.
Keenam
Dalam urusan jodoh, ta'aruf adalah proses seumur hidup. Runus terpenting: jangan berekspektasi berlebihan dan jangan merasa sudah sangat mengenal sehingga berhak menafsirkan perilaku pasangan.
Ketujuh
Salah satu cara efektif mengenali calon pasangan yang baik adalah melihat interaksinya dengan empat pihak yakni Allah, Ibunya, Teman sebayanya, dan anak-anak.
Kedelapan
Seperti apa bentuk ikhtiar wanita?
1. Meminta kepada walinya, sebab merekalah yang punya kewajiban menikahkan.
2. Meminta bantuan perantara, misal guru, teman, dll. Tapi pastikan perantara ini tidak memiliki kepentingan tertentu yang menyebabkannya tidak objektif.
3. Menawarkan diri secara langsung. Hal ini tidak dilarang oleh syariat. Bisa dilakukan dengan menemuinya langsung atau melalui surat. Konsekuensi satu: Ditolak. Tapi lebih baik dari pada digantung.
Gimana??? udah fahamkan Dear...... jangan sok tebar pesona kesana-kesini lagi yaaaaaa......
Btw, untuk yang ikhtiar poin tiga, ilmu minceh belom sampe kesana.. hehehe
tulisan ini reminder untuk minceh sendiri,... mudah2an ada manfaatnya, AAAAmmmiiinnn..
minceh fikir dengan tiga tulisan yang berurutan ini, kita semua jadi faham ya... gimana kita menjaga interaksi dan memantaskan diri, serta konsep tentang jodoh itu sendiri.
Ambillah pelajaran wahai orang2 yg mempunya fikiran, Wallahu A'lam.
Wassalam....
Nyambung dari tulisan sebelumnya tentang pacaran dan j*d*h, kali ini minceh masih akan bahas seputar j*d*h. Biar para akhwat gak terjebak dengan penyakit cinderella compleks (sebuah penyakit yang diderta oleh seseorang, dimana orang tersebut menghayalkan sosok ideal yang hanya ada dalam dunia khayalnya, dan menolak ikhwan yang datang untuk melamar, karena tidak sesuai dengan sosok ideal yang ada dalam khayalannya itu) sebenernya materi ini minceh dapatkan dari sebuah artikel dan diperjelas lagi tadi sore lewat video ust. Salim A Fillah yang sangan Jleb banget. Apa ituh??? cekidooooooottt...
Ada beberapa poin yang harus kita perhatikan :
Pertama
Satu hal yang seringkali dilupakan oleh banyak wanita,ADALAH bahwa kemuliaan wanita tidak bergantung pada laki-laki yang mendampinginya. Tahu darimana? Allah meletakkan dua wanita mulia dalam Alquran, Maryam dan Asiyah. Kita tahu bahwa Maryam adalah wanita suci yang tidak memiliki suami, dan Asiyah adalah istri dari manusia yang sangat durhaka, Firaun. Apakah status itu mengurangi kemuliaan mereka? NO....
Itulah mengapa bagi wanita dizaman Rosulullah dulu, yang terpenting bukan mendapat jodoh di dunia atau tidak, melainkan bagaimana memperoleh kemuliaan di sisi Allah.
Kedua
Bicara jodoh adalah bicara tentang hal yang jauh: Akhirat, Syurga, Ridha Allah, bukan semata-mata dunia.
Ketiga
Jdoh itu sudah tertulis. Tidak akan tertukar. yang kemudian menjadi ujian bagi kita adalah bagaimana cara menjemputnya. Beda cara, beda rasa. Dan tentu saja beda keberkahannya.
Keempat
Dalam hal rezeki,urusan kita adalah bekerja. Soal Allah mau meletakkan rezeki itu dimana, itu terserah Allah. Begitupun jodoh, urusan kita adalah ikhtiar. Soal Allah mau mempertemukan dimana, itu terserah Allah.
Kelima
Cara Allah memberi jodoh, tergantung cara kita menjemputnya. Satu hal yang Allah janjikan, bahwa yang baik untuk yang baik. Maka, mengupayakan kebaikan diri adalah hal utama dalam ikhtiar menjemput jodoh.
Keenam
Dalam urusan jodoh, ta'aruf adalah proses seumur hidup. Runus terpenting: jangan berekspektasi berlebihan dan jangan merasa sudah sangat mengenal sehingga berhak menafsirkan perilaku pasangan.
Ketujuh
Salah satu cara efektif mengenali calon pasangan yang baik adalah melihat interaksinya dengan empat pihak yakni Allah, Ibunya, Teman sebayanya, dan anak-anak.
Kedelapan
Seperti apa bentuk ikhtiar wanita?
1. Meminta kepada walinya, sebab merekalah yang punya kewajiban menikahkan.
2. Meminta bantuan perantara, misal guru, teman, dll. Tapi pastikan perantara ini tidak memiliki kepentingan tertentu yang menyebabkannya tidak objektif.
3. Menawarkan diri secara langsung. Hal ini tidak dilarang oleh syariat. Bisa dilakukan dengan menemuinya langsung atau melalui surat. Konsekuensi satu: Ditolak. Tapi lebih baik dari pada digantung.
Gimana??? udah fahamkan Dear...... jangan sok tebar pesona kesana-kesini lagi yaaaaaa......
Btw, untuk yang ikhtiar poin tiga, ilmu minceh belom sampe kesana.. hehehe
tulisan ini reminder untuk minceh sendiri,... mudah2an ada manfaatnya, AAAAmmmiiinnn..
minceh fikir dengan tiga tulisan yang berurutan ini, kita semua jadi faham ya... gimana kita menjaga interaksi dan memantaskan diri, serta konsep tentang jodoh itu sendiri.
Ambillah pelajaran wahai orang2 yg mempunya fikiran, Wallahu A'lam.
Wassalam....
Mau Diulur penuh mesra atau Dilempar penuh Murka ?
Bismillah hirrohmannirohim...
Setelah ditulisan sebelumnya minceh jelasin tentang pacaran, kini minceh mau bahas topik yang rada berat dikit. Hmmm... JODOH, ketika mendengan kata itu yang terfikir adalah: (gimanayah bentuknya jodoh gue? siapa ya orang nya? kalo gue gak pacaran apa masih kebagian sijodoh ini, kalo nanti taarufan malu gak yah? DLL) itu sih versinya minceh....wkwkwkw
Jadi gini, banyak banget para wanita (bukan waria) yang galau maslah jodoh ini, kalau kebanyakan insan menjemput jodoh dengan pacaran (nyambung lagi dengan tulisan minceh yg sebelumnya) maka bagi akhwat yang katanya sudah hijrah ini, mereka kebanyakan tersesat dalam virus yang namanya "Baper" (gak mau pacaran, tapi mengkhayalkan seorang ikhwan yg....... bingung ngungkapinnya masa iya minceh bilang kecengan sih, kan udah hijrah ceritanya, yah initinya ikhwan harapan kali yah....) mereka banyak terjebak baper oleh ikhwan yang menjadi harapan mereka, membayangkan bla bla bla bla bla.....
padahal belum tentu ikhwan itu jadi jodohnya (nah lhoooo..... bapernya iya, zina hatinya iya, Astagfirulloh)
Plissss yah Dear fahami konsep inih....
Jika telah tertulis menjadi jodohmu, maka selamanya akan terus begitu. Akan ada saja cara-Nya untuk membuat kalian bertemu, dan saling mengikat janji setia didepan penghulu.
Dia dengan segala keberaniannya sebagai pria, akan dengan sungguh-sungguh menjabat tangan walimu.
Tugasmu, bukanlah tebar pesona kepada semua lelaki. Senyum sana, senyum sini. Membuktikan itu, membuktikan ini. Bahwa diri paling berharga untuk dimiliki. menyeleksi siapa kira-kira yang patut dijadikan imam sehidup semati.
Tugasmu hanyalah, tak henti mengirim munajat cinta penuh harapan kepada Illahi, yang senantiasa akan mendengarkan segala apa keinginan, dan mengabulkan apa yang terbaik,yang perlu engkau punya.
Lelaki yang terbaik untukmu. belum tentu dia yang tampan wajahnya, banyak hartanya, tinggi kedudukannya. Namun, terimalah dia apa adanya. Lihatlah bagaimana agamanya, dan bagaimana dia memperlakukan orang-orang yang ada disekitarnya. Serta, jemputlah dia dengan cara yg dirihoiNya,
Buakan cara yang dimurkai Rabbana.
Untukmu yang setia menanti :
Bersabarlah.... Waktu itu sebentar lagi.
Gimana Dear, sudah fahamkan???? mau diambil dengan cara maksiat dan taat ya dapetnya itu-itu juga. yang beda hanya dalam rasa. Diulur lembut, atau dilempar penuh murka Nya (Naudzubillah) gak usah galau lagi yah... nanti minceh sambung dengan tulisan ke 3 yang berasa tamparan banget pokoknya... hehehe (seenggaknya itu yang minceh rasain ketika dapet materinya)
Note: Tulisan ini reminder untuk minceh sendiri. Semoga Allah istiqomahkan kita dalam taat.
Ambillah pelajaran wahai orang-orang yg mampu berfikir. Wallahu A'lam.
Wassalam......
Setelah ditulisan sebelumnya minceh jelasin tentang pacaran, kini minceh mau bahas topik yang rada berat dikit. Hmmm... JODOH, ketika mendengan kata itu yang terfikir adalah: (gimanayah bentuknya jodoh gue? siapa ya orang nya? kalo gue gak pacaran apa masih kebagian sijodoh ini, kalo nanti taarufan malu gak yah? DLL) itu sih versinya minceh....wkwkwkw
Jadi gini, banyak banget para wanita (bukan waria) yang galau maslah jodoh ini, kalau kebanyakan insan menjemput jodoh dengan pacaran (nyambung lagi dengan tulisan minceh yg sebelumnya) maka bagi akhwat yang katanya sudah hijrah ini, mereka kebanyakan tersesat dalam virus yang namanya "Baper" (gak mau pacaran, tapi mengkhayalkan seorang ikhwan yg....... bingung ngungkapinnya masa iya minceh bilang kecengan sih, kan udah hijrah ceritanya, yah initinya ikhwan harapan kali yah....) mereka banyak terjebak baper oleh ikhwan yang menjadi harapan mereka, membayangkan bla bla bla bla bla.....
padahal belum tentu ikhwan itu jadi jodohnya (nah lhoooo..... bapernya iya, zina hatinya iya, Astagfirulloh)
Plissss yah Dear fahami konsep inih....
Jika telah tertulis menjadi jodohmu, maka selamanya akan terus begitu. Akan ada saja cara-Nya untuk membuat kalian bertemu, dan saling mengikat janji setia didepan penghulu.
Dia dengan segala keberaniannya sebagai pria, akan dengan sungguh-sungguh menjabat tangan walimu.
Tugasmu, bukanlah tebar pesona kepada semua lelaki. Senyum sana, senyum sini. Membuktikan itu, membuktikan ini. Bahwa diri paling berharga untuk dimiliki. menyeleksi siapa kira-kira yang patut dijadikan imam sehidup semati.
Tugasmu hanyalah, tak henti mengirim munajat cinta penuh harapan kepada Illahi, yang senantiasa akan mendengarkan segala apa keinginan, dan mengabulkan apa yang terbaik,yang perlu engkau punya.
Lelaki yang terbaik untukmu. belum tentu dia yang tampan wajahnya, banyak hartanya, tinggi kedudukannya. Namun, terimalah dia apa adanya. Lihatlah bagaimana agamanya, dan bagaimana dia memperlakukan orang-orang yang ada disekitarnya. Serta, jemputlah dia dengan cara yg dirihoiNya,
Buakan cara yang dimurkai Rabbana.
Untukmu yang setia menanti :
Bersabarlah.... Waktu itu sebentar lagi.
Gimana Dear, sudah fahamkan???? mau diambil dengan cara maksiat dan taat ya dapetnya itu-itu juga. yang beda hanya dalam rasa. Diulur lembut, atau dilempar penuh murka Nya (Naudzubillah) gak usah galau lagi yah... nanti minceh sambung dengan tulisan ke 3 yang berasa tamparan banget pokoknya... hehehe (seenggaknya itu yang minceh rasain ketika dapet materinya)
Note: Tulisan ini reminder untuk minceh sendiri. Semoga Allah istiqomahkan kita dalam taat.
Ambillah pelajaran wahai orang-orang yg mampu berfikir. Wallahu A'lam.
Wassalam......
kalau gak boleh, jangan ngeles
Bismillahirrohman nirrohim...
Assalamualaikum warohmatulloh....
Lama gak ngeblogg nih, banyak kesana kemari mencari makna kehidupan. Belajar mencari makna dari sebuah peristiwa. Well, malem ini minceh bakal nulis tentang satu kata yang sangat fenomenal dan kalian juga pasti sering banget denger kata ini, apa itu??? ini dia "Pacaran" dulu yang terbayang ketika mendengar kata ini adalah berduaan lawan jeni yang saling mengungkapkan rasa (ueeeekh eneg gue). Namun sekarang, setelah mengenal islam lebih dalam, belajar islam lebih banyak, ketika mendengan kata "Pacaran" yang ada malah eneg, jijay, dan gareuleuh gituya.
Hmmm.. Kebanyakan orang ketika mendengar kata "Pacaran" maka yang terlintas adalah hubungan antara dua orang yg berlainan jenis (bukan sesama jenis ya, LBGT is HARAM). Jadni gini...
Banyak orang yang mnyalah artikan kata "Pacaran" ini, simpelnya gini yah....
Katamu gak pacaran, tapi jalan bareng, kemana-mana berdua, ya sama-sama maksiatnya.
Katamu cuman temen, tapi sayang-sayangan, pegang-pegangan, telpon-telponan, ya juga sama maksiatnya.
Katamu adek-kaka, tapi pegang-pegangan, kamu ajak makan berdua, ya itu juga sama maksiatnya.
Pacaran itu HARAMNYA bukan pada Label dan jenis Modusnya, tapi aktivitasnya. Sebelum menikah Batasi interaksi.
Karena lelaki dan wanita diatur interaksinya, terpisah satu sama lain, kalau mau bareng juga ada aturannya.
Khalwat, itu yang pasti ada dimodus apapun, mau pacaran, mau adek-kaka, TTM, HTS, STH, dll apaun ituh.
Mau long distance, short distance, maraton, beda kota, beda alam, beda dunia, ya khalwat juga, maksiat juga.
Mau SMS, surat-menyurat, BBM, WA, Telegram, bahkan merpati pos, ya interaksi sebelum menikah itu bahaya.
Nanti ya baper-baper juga, nafsu-nafsu juga, ujung-ujungnya ya maksiat juga, dam maksiat ujungnya pasti sengsara.
Karenanya perbaiku diri selalu, jauhi maksiat, persiapkan diri bagi kebahagian sejati dengan taat.
Maksiat gak akan pernah bikin bahagia, tapi taat itu pasti bahagia, mau bareng Allah, atau barengan yang lain?
Giman, faham gak Dear? jadi keharaman pacaran itu bukan pada labelnya ya... tapi pada interaksinya. mau namanya apapun, selama didalamnya ada khalwat, maka haram namanya. Well, penyakit ini tak hanya menjangkiti insan pada umumnya, namun tak terkecuali bagi mereka yg katanya telah hijrah. Mereka dengan lantang mengucapkan "aku gak punya pacar" tapi kok interaksi dengan lawan jenisnya gak dijaga.
masih suka senggol kiri kanan (kalo kata minceh mah masih tepak toel gituh ya) bukan tidak boleh berinteraksi sama sekali dg lawan jenis, islam memperbolehkan interaksi dengan yg bukan mahram dalam 3 keadaan, yaitu dalam kesehatan (pengobatan), pendidikan (belajar-mengajar) dan muamalah (jual-beli) jadi diluar itu semua, ya dijaga ya mbak sis, klo mau interaksi ya seperlunya ajah. kalo mau curhat ya sama Allah ajah... Ingat "TIDAK ADA HUBUNGAN NATURAL ANTARA 2 ORANG LAWAN JENIS" salah satu atau keduanya pasti ada SOMETHINK....
Tulisan ini, reminder buat minceh sendiri, dan siapapun yang membacanya....
Semoga kita semua istiqomah dalam taat.....
Ambillah pelajaran wahai orang-orang yg punya pemikiran...Wallahu a'lam.
Wassalam
Assalamualaikum warohmatulloh....
Lama gak ngeblogg nih, banyak kesana kemari mencari makna kehidupan. Belajar mencari makna dari sebuah peristiwa. Well, malem ini minceh bakal nulis tentang satu kata yang sangat fenomenal dan kalian juga pasti sering banget denger kata ini, apa itu??? ini dia "Pacaran" dulu yang terbayang ketika mendengar kata ini adalah berduaan lawan jeni yang saling mengungkapkan rasa (ueeeekh eneg gue). Namun sekarang, setelah mengenal islam lebih dalam, belajar islam lebih banyak, ketika mendengan kata "Pacaran" yang ada malah eneg, jijay, dan gareuleuh gituya.
Hmmm.. Kebanyakan orang ketika mendengar kata "Pacaran" maka yang terlintas adalah hubungan antara dua orang yg berlainan jenis (bukan sesama jenis ya, LBGT is HARAM). Jadni gini...
Banyak orang yang mnyalah artikan kata "Pacaran" ini, simpelnya gini yah....
Katamu gak pacaran, tapi jalan bareng, kemana-mana berdua, ya sama-sama maksiatnya.
Katamu cuman temen, tapi sayang-sayangan, pegang-pegangan, telpon-telponan, ya juga sama maksiatnya.
Katamu adek-kaka, tapi pegang-pegangan, kamu ajak makan berdua, ya itu juga sama maksiatnya.
Pacaran itu HARAMNYA bukan pada Label dan jenis Modusnya, tapi aktivitasnya. Sebelum menikah Batasi interaksi.
Karena lelaki dan wanita diatur interaksinya, terpisah satu sama lain, kalau mau bareng juga ada aturannya.
Khalwat, itu yang pasti ada dimodus apapun, mau pacaran, mau adek-kaka, TTM, HTS, STH, dll apaun ituh.
Mau long distance, short distance, maraton, beda kota, beda alam, beda dunia, ya khalwat juga, maksiat juga.
Mau SMS, surat-menyurat, BBM, WA, Telegram, bahkan merpati pos, ya interaksi sebelum menikah itu bahaya.
Nanti ya baper-baper juga, nafsu-nafsu juga, ujung-ujungnya ya maksiat juga, dam maksiat ujungnya pasti sengsara.
Karenanya perbaiku diri selalu, jauhi maksiat, persiapkan diri bagi kebahagian sejati dengan taat.
Maksiat gak akan pernah bikin bahagia, tapi taat itu pasti bahagia, mau bareng Allah, atau barengan yang lain?
Giman, faham gak Dear? jadi keharaman pacaran itu bukan pada labelnya ya... tapi pada interaksinya. mau namanya apapun, selama didalamnya ada khalwat, maka haram namanya. Well, penyakit ini tak hanya menjangkiti insan pada umumnya, namun tak terkecuali bagi mereka yg katanya telah hijrah. Mereka dengan lantang mengucapkan "aku gak punya pacar" tapi kok interaksi dengan lawan jenisnya gak dijaga.
masih suka senggol kiri kanan (kalo kata minceh mah masih tepak toel gituh ya) bukan tidak boleh berinteraksi sama sekali dg lawan jenis, islam memperbolehkan interaksi dengan yg bukan mahram dalam 3 keadaan, yaitu dalam kesehatan (pengobatan), pendidikan (belajar-mengajar) dan muamalah (jual-beli) jadi diluar itu semua, ya dijaga ya mbak sis, klo mau interaksi ya seperlunya ajah. kalo mau curhat ya sama Allah ajah... Ingat "TIDAK ADA HUBUNGAN NATURAL ANTARA 2 ORANG LAWAN JENIS" salah satu atau keduanya pasti ada SOMETHINK....
Tulisan ini, reminder buat minceh sendiri, dan siapapun yang membacanya....
Semoga kita semua istiqomah dalam taat.....
Ambillah pelajaran wahai orang-orang yg punya pemikiran...Wallahu a'lam.
Wassalam
Minggu, 23 Agustus 2015
Sukses itu ?
Segala Puji hanya milik Allah, Rabb yang sampai saat ini tak pernah henti memberikan kesempurnaan nikmat.
Sejak kecil, entah sudah berapa ribu kali kita mendengar kata sukses.Saat kita keluar sekolah,
teman-teman kita selalu berkata "semoga kita semua bisa sukses". Setiap memperingati hari ulang tahun,
rekan dan kerabat selalu memberikan ucapan "semoga sukses". Pun ketika kita ditanya oleh orang lain perihal cita-cita apa yang ingin dicapai, maka kita akan menjawab "saya ingin sukses".
Sukses, sukses, sukses.. But, apa sebenarnya arti sukses???
Sukses seperti apa yang engkau inginkan? tentang ini, aku telah beberapa kali melihat dari berbagai sudut pandang, merasakan berbagai cara untuk meraih 'sukses', mengerjar sekuat tenaga demi sebuah kata 'sukses'. menciptakan beberapa target yang kukira itulah sukses yang ingin kucapai, namun saat aku bisa meraihnya, selalu ada yang kurang... Dulu.. aku sangat ingin kuliah, dengan sekuat tenaga aku mewujudkan mimpi itu, namun satelah selesai, aku kembali melirik yang lain, berandai-andai tentang sesuatu yang rasanya ingin kucicicpi, kuliah ditempat bonafit dan merasakan semua fasilitas dengan nyaman, kulaih dengan tenang dan belajar dengan nyaman. Tak sepertiku yang waktu itu harus rebutan waktu, saat ditempat kerja, maka fikiranku akan terus memikirkan kuliah, harus mencari biaya sendiri untuk membayar semua biaya kuliah.
Dan kuliah yang aku ikuti terasa sangat pas-pasan. entah memang itu kualifikasi yang bisa diraih oleh seorang D3 lulusan tempat kuliahku atau bagaimana, namun yang kurasa sekarang aku merasa bodoh bila dibandingkan dengan teman ku yang lain dengan jurusan yg sama namun mengenyam pendidikan ditempat yang lebih bagus. Disisi lain, ketika aku bertemu dengan seseorang yg dia memperoleh fasilitas yang harusnya bisa dia gunakan dengan baik, tapi hasil yg diperoleh tak lebih baik dari yang aku peroleh. Dan nun jauh disana, ada begitu banyak orang yang jauh kurang beruntung, kau tau, di belahan bumi lain banyak anak-anak kelaparan jangankan memikirkan untuk bisa sekolah, untuk makanpun mereka tak ada. Dan dibelahan bumi lainnya lagi ribuan anak yang tak berdosa dibantai tanpa ampun, itulah anak-anak Palestina. namun kufikir ribuan anak meninggal itu, jauh lebih beruntung karena mereka mati syahid dan syurga menjadi jaminan bagi mereka. Maka itu adalah sebaik-baik tempat kembali. disini aku perlu bersyukur yang lebih banyak pada Langit, yang telah memeberiku kesempatan. mungkin benar, tak ada yang namanya sekolah atau universitas bonafit, yang ada hanyalah orang yang memang berkualitas. SO,,, Alhamdulillah atas segala nikmat Mu yang Sempurna.
Jika sukses diartikan punya uang banyak, maka bunih diri tak akan dilakukan oleh banyak pengusaha yang dia punya banyak uang, namun memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. ambil contoh Jasse Lauriston Livermore seseorang kaya raya dari hasih pasar saham. uangnya banyak, namun mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Ini membujtikan bahwa sukses dengan banyak uang bukan sumber utama kebahagiaan.
Dan jika popularitas adalah makna sukses yang dimaksud, maka artis-artis tidak perlu mencari pelarian dengan narkoba, toh sukses telah mereka raih. Kembali lagi, ini hanya masalah persepsi dan rasa. Rasa apa yang ingin kamu peroleh. Saat aku melihat makna sukses dari berbagai sudut pandang, maka aku menemukan satu kata yang sesuai dengan kata sukses yang ideal yaitu "Ketenangan". Dan kau tak akan menemukan tenang dalam uang, tahta dan popularitas. Ketenangan hanya akan kita peroleh saat kita mengenal Allah.
Setelah aku berlari, mengejar kebahagiaan dengan 'sukses' yang banyak orang bicarakan yaitu tentang uang dan popularitas, maka aku menepukan sudut pandang baru, bagiku 'sukses' adlah saat kita berbagi. Saat kau mengulurkan tangan pada mereka yang membutuhkan, saat senyum mereka merekah karena uluran tanganmu, maka saat itu kita akan merasakan bahagia, dan itulah makna sukses yang sebenarnya "Berbagi".
Tak usah kita menunggu banyak uang untuk bisa berbagi, tak usah kita menunggu untuk terkenal, agar bisa berbagi. Tak masalah menjadi orang 'besar' atau 'kecil' karena Langit punya alasan kenapa kita dijadikan menjadi orang besar atau kecil.. Berbagilah dari yang mampu kita jangkau..
Karena dalam berbagi kau akan mendapat kebahagiaan....
Dan aku hanya ingin yang di Langit tersenyum melihatku berbagi....
Langganan:
Postingan (Atom)




