Rabu, 29 April 2015

Kapan Bertamunya... ;D #eh..

Bismillahirrohmannirohim...

Udah lama sebenernya video ini jadi koleksi di handphone, diputer berulang ulang, tapi gak bosen-bosen,,, hehehe  ini menceritakan seorang wanita yang lagi galau karena jodoh blm juga datang.
Ah, memang kalo urusannya berkaitan dengan cinta, parasaan dan jodoh pasti gaka ada habisnya. selalu ada topik menarik untuk dibicarakan,. Dalam Islam tak ada kata pacaran, yang ada hanya taaruf dan menikah,
nah lhooo, kalo belum ada calonnya gimana dooong???? Naaah, salam masa penantian itu, kita diharuskan ber Ikhtiar dengan cara memantaskan diri. Lalu gimana caranya memantaskan diri? caranya yaitu dengan cara mencari ilmunya terlebuh dahulu. lha emang nikah ada pelajarannya? Maksudnya, segala sesuatu itu ada ilmunya, missalnya nih ya, mau solat ada ilmunya. Mau puasa, ada ilmunya, Mau bisnis ada ilmunya. Naaah, untuk berumah tanggapun ada ilmunya lhoooo.... apa itu??? tonton dulu videonya sampe habis, dan kalian bisa menyimpulkannya.Happy Watching... semoga bermanfaat

Tawaran itu Datang dan Pergi

Bismillahhirohmannirohim....

Ada pepatah yang mengatakan jika kesempatan itu tidak datang dua kali. Tapi itu tidak berlaku untukku, tawaran satu tahun silam, saat aku berjuang mengerjakan skripsi datang kembali, masih dalam bentuk dan rupa yang sama. Namun kini aku sudah lebih siap untuk mengambilnya, saat semua sudah ku persiapkan dalam tiga bulan kedepan, saat aku terus meluruskan niat, saat aku sudah mulai mantap, tiba-tiba ada kabar jika akan ada yang mengisi untuk waktu dekat (mengingat aku yang minta waktu untuk mengurus semuanya).
Entah harus kecewa atau bagainama, namun inilah kenyataannya, tawaran itu datang dan pergi begitu saja.

Bismillah tak ada yang kebetulan di dunia ini, aku hanya serahkan semuanya pada yang Maha Kuasa. mungkin besok-lusa tawaran itu akan datang kembali... n_n
Tak usah ku fikirkan apa yang akan terjadi esok-lusa, karena semua masa depan ada dalam genggamanNYA. aku hanya harus berusaha dengan apa yang ada dihadapanku saat ini, berjalan lurus sesuai dengan sabdaNYA.

I Believe... hari itu akan datang.

Selasa, 13 Januari 2015

Jika aku hidup dizamannya





Bismillahirahmannirrohim...

Sahabat, inilah beberapa kutipan dari ust. Salim A. Fillah yang membuat hati ini cemburu, akankan diri ini dapat berjumpa dengan  kekasih Allah yg mulia ini, Ya Rasullallah, kami rindu padamu.

Apa kiranya perasaan Ash Shiddiq saat Nabiﷺ bersabda, "Andai kuambil kekasih di antara insan; pasti kujadikan Abu Bakr sebagai Khalilku"?
Apa kiranya perasaan 'Umar, saat dia berpamit 'umrah & Nabiﷺ bersabda padanya, "Jangan lupakan kami dalam doamu duhai saudara tersayang"?
Apa kiranya perasaan 'Utsman saat membekali pasukan Tabuk & Nabiﷺ bersabda, "Tiada bahayakan 'Utsman apapun yang ia lakukan setelah ini"?
Apa kiranya perasaan 'Ali kala Nabiﷺ bersabda, "Hanyasanya kedudukanmu di sisiku laksana Harun di sisi Musa, tapi tiada Nabi sesudahku"?
Apa kiranya perasaan Thalhah saat Nabiﷺ bersabda, "Siapa yang ingin melihat syahid yang masih berjalan di atas bumi, lihatlah Thalhah"?
Apa kiranya perasaan Az Zubair saat RasuluLlahﷺ bersabda, "Setiap Nabi memiliki Hawari, dan Hawariku adalah Zubair ibn Al 'Awwam"?
Apa kiranya perasaan Abu 'Ubaidah saat Nabiﷺ bersabda, "Setiap ummat memiliki Amin, dan orang kepercayaan ummat ini adalah Abu 'Ubaidah"?
Apa kiranya perasaan 'Abdurrahman ibn 'Auf saat dirinyalah dimaksud oleh sabda Nabiﷺ kepada Khalid ibn Al Walid, "Jangan cela sahabatku..Demi Allah andai kalian berinfak emas seberat gunung Uhud; hal itu takkan menyamai shadaqah segenggam atau setengah genggam tepungnya."
Apa kiranya perasaan Sa'd ibn Abi Waqqash saat Nabiﷺ bersabda, "Panahlah duhai Sa'd, panahlah! Ayah & Bundaku sebagai tebusan bagimu"?
Apa kiranya perasaan Mu'adz ibn Jabal, di saat RasuluLlahﷺ bersabda padanya, "Wahai Mu'adz, demi Allah, aku benar-benar mencintaimu"?
Apa kiranya perasaan Ibn 'Abbas, saat Nabiﷺ merengkuh & mencium kepalanya lalu berdoa, "Ya Allah faqihkan dia & ajarkan tafsir padanya"?
Apa kiranya perasaan Ubay ibn Ka'b, saat Nabiﷺ berkata padanya, "Allah memerintahkanku tuk membacakan Surat Al Bayyinah ini kepadamu"...hingga dengan wajah berseri-seri dia bertanya, "Ya RasulaLlah; benarkah Allah menyebut namaku kepadamu?" & Nabiﷺ menjawab, "Benar!"?
Apa kiranya perasaan Abu Musa Al Asy'ari, di saat Nabiﷺ bersabda, "Esok datanglah menjumpaiku, aku ingin mendengarkan bacaan Quran-mu"?
Apa kiranya perasaan 'Aisyah, saat Nabiﷺ menyebut namanya tanpa ragu di urutan pertama, kala ditanya 'Amr siapakan yang paling dicintai?
Apa kiranya perasaan Ibn Mas'ud, kala betis kecilnya ditertawakan; maka Nabiﷺ bersabda, "Betis itu di sisi Allah lebih berat dari Uhud"?
Apa kiranya perasaan 'Ukasyah, saat disebut 70.000 orang masuk ke surga tanpa hisab & Nabiﷺ berkata, "Engkau termasuk di antara mereka"?
Apa kiranya perasaan Bilal ibn Rabah, saat Nabiﷺ bersabda, "Ceritakan padaku hai Bilal, 'amal apakah yang paling kau jaga dalam Islam.. .sebab sungguh aku mendengar bunyi terompahmu di surga?", lalu dia menjawab tersipu, "Menjaga wudhu' & dua raka'at syukur atas wudhu'"?
Apa kiranya perasaan orang-orang Anshar, di kala Nabiﷺ bersabda, "Jika manusia memilih jalan melalui sebuah lembah, sedang kaum Anshar mengambil suatu celah, niscaya aku turut serta di celah yang dilalui para Anshar. Ya Allah rahmatilah Anshar & anak-cucu kaum Anshar"?
Apa kiranya perasaan para sahabat semuanya, yang mereka berjumpa Nabiﷺ pada petang & pagi, berjalan mengiringi, beroleh senyum & doanya?
Yang lebih penting & jelita dari itu semua; bagaimana dengan kita? Apa kiranya perasaan kita saat kelak bertemu Nabiﷺ & para sahabatnya?
Adakah Nabiﷺ kan bersabda, "Kaliankah orangnya, yang telah membuatku menangis karena rindu, yang telah membuat para sahabatku cemburu"?"Kaliankah orangnya; yang beriman kepada apa yang kubawa meski kita tak berjumpa; yang mengucap shalawat atas namaku meski tak bertemu?" Ini kami Ya RasulaLlah; yang rindu tapi malu, membaca shalawat dengan lidah kelu; adakah kami layak jadi ummatmu, & beroleh syafaa'atmu? Ya Allah, limpahkan shalawat pada Muhammadﷺ, sampaikan salam kami padanya. Pula ridhaMu atas semua sahabat; jadikan kami bersama mereka.





Jumat, 14 November 2014

Dulu kita bercahaya


Bismillahirohmanirrohim.


Maka bergemuruhlah Makkah dan Madinah oleh lantunan takbir dan talbiyah, ketika sunyi membungkam Roma dan Konstantinopel dalam kekakuan dogma.
Maka hangatlah diskusi-diskusi di Bashrah dan Kuffah, saat Genoa dan Venesia dihantui inkuisisi.
Maka bersinarlah perpustakaan Kairo, ketika para dukun komat-kamit dikegelapan Lissabon.
Maka gemerlaplah Baghdad oleh lantunan ayat disemarak malam, ketika Paris gelap gulita sejak senja dalam takhayul dan mitos.
Maka gemericiklah air mancur Damaskus dalam kesucian thaharoh ketika para 'bangsawan' di London menganggap mandi sebagai aktivitas berbahaya.
 Maka berdengunglah ayat-ayat Allah menjelang buka puasa dengan sajian kurma, yoghurt, serta buah segar dibalkon-balkon pualam Cordoba dan Granada, saat Khatedral di Wina dan Biara di Bern menutup makan malam dengan puding darah babi. (Salim A. Fillah dan bukunya Gue Nenver Die)


Kawan, kau lihat.. disatu zaman islam jaya luar biasa. Islam mengangkat derajat umat manusia membawanya dari kegelapan menuju cahaya Ilahi. Islam mengusai hampir 2/3 Dunia. Islam memimpin dengan gagahnya. Tidak heran, karena islam menupakan agama yang sempurna dan paripurna, mengatur kehidupan manusia dari pribadi hingga bernegara. tapi lihatlah kini kawan, semua seolah porak porandatak bersisa. kau tahu ini karena apa.. ada satu hal yang menyebabkan mengapa barat bangkit dan islam mengalamu kemunduran, yaitu sama2 meninggalkan agama. barat bangkit karena meninggalkan agama, agama mereka hanya penuh dogma yang mengungkung. sedangkan islam, sagama yang sempurna jika kita meninggalkan agama ini maka mundurlah kaum muslim. kemunduran ini berawal dari runtuhnya khilafah utsmani pada tahun 1924.
Sekarang, tugas kita adalam mengembalikan islam pada kaum muslim. khilafah yang merupakan perisai bagi umat islam harus kita perjuangkan untuk bisa bangkit kembali.

Minggu, 09 November 2014

Rasa Kesal yang Bertubi pada diri


Bismillahirohmanirrohim..

Malam ini, hati ini kembali teriris dengan sebuah video yang kalianpun bisa lihat sendiri. Ya Rabbi, sudah sedemikian parahnyakah umat ini. Dimana umat islam sendiri tidak mengenal ajarannya, ummat sekarang ini sudah muslim sekarang sudah jauh dari islam. yang mereka tau sekarang ini bahwa islam itu hanya solat, zakat, puasa, dan haji. Padahal islam itu sendiri adalah sebuah aturan menyeluruh tentang manusia dan kehidupan. Islam adalah sebuah ideologi. Namun zaman sekarang ini, banyak umat muslim yang hanya beranggapan bahwa islam itu hanya ada dimesjid saja. Islam itu hanya solat saja yang merupakan sebuah ritual, padahal jauh dari itu semua, islam adalah sebuah ideologi, pegangan dalam hidup, serta aturan yang menyeluruh, peodoman kita dalam hidup di dunia ini. banyak orang yang beranggapan bahwa jika seseorang sudah solat, puasa, zakat, naik haji maka merasa paling soleh lah se-Dunia-lah dia. padahal kawan ilmu islam itu amat banyhak dan amalan dalam islam itu tidah hanya ibadah mahdoh, namun 80% nya adalah ibadah goir mahdoh yang itu merupakan interaksi kita dengan sesama.

Dewasa ini, orang makin dibuaikan dengan gemerlapnya kehidupan dunia. Seorang orang tua tak lagi peduli akan keimanan anakanya. Mereka beranggapan ketika sudah menyekolahkan anak-anaknya, maka tuntaslah kewajiban memberi pendididkan kepada anaknya, sementara dirumah, mereka lepas tangan mengenai pendidikan ini. Padahal, sejatinya bahwa pendididkan yang pertama dan utama itu ada didalam sebuah keluarga, terutama peranan seorang ibu yang cerdas dan solihah didalamnya. Namun cobalah kau tengok kondisi masyarakat kita sekarang ini kawan, rata-rata dalam sebuah keluarga yang mencari nafkah itu adalah seorang ibu, banyak para ibu yang kerja dipabrik-pabrik, sehingga menelantarkan anak-anaknya.
Padahal dalam islam jelas bahwa fungsi seorang ibu dalam sebuah keluarga bukan untuk mencari nafkah, wanita diciptakan bukan sebagai tulang punggung, namun sebagai tulang rusuk.

Kawan mari kita tengok, ketika seorang wanita itu rusak, maka bukan hanya dirinya sendiri yang rusak, namun dia membawa dua orang yang lainnya, yaitu anak dan keluarganyapun ikut rusak. pendidikan agama seorang anak, yang pertama mereka terima sejatinya haruslah dari keluarga. namun karena sekarang ini orang tua pun tidak sedikit yang sama "bodoh" nya tentang islam,  maka dapat dibayangkan bagaimana dengan anak-anaknya. Pendidikan agama yang kurang, kondisi remaja yang labil, sementara modernisasi, hedonisme, kristenisasi yang makin deras akhir-akhir ini membuat identitas seorang remaja menjadi semakin tergerus. Mereka mengaku beragama islam, namun mereka sendiri tak faham tentang islam. mereka mengaku islam, namun enggan menerapakan aturan isalam.

Ya Rabb, melihat fenomena ini, hamba sebagai umat islam, merasa gereget ingin membangunkan "Raksasa yang tengah tidur" ini, Ya Allah, harus dimulai darimana semua ini? aku harus melakukan sesuatu. Berikan hamba jalan ya Rabb..

Dunia ini terasa semakin kelam, pekat, dan sesak yang menghimpit. Ya Rabb, izinkan aku ada diantara orang2 yang membawa pelita islam untuk ummat ini. Aku bermohon hanya pada-Mu ya Rabb. Jadikan lisan ini penyambung kebenaran. Istiqomahkan ya Rabb..

Sabtu, 25 Oktober 2014

Cahaya terasa menyilaukan bagi mereka yang terbiasa dalam kegelapan.


Bismillahirohmanirrohim..
Assalamualaikum..

Hanya butuh gelap untuk dapat melihat sebuah cahaya, cayaha yang terang tak akan membuat silau bagi mereka yang meridukannya, namun cahaya dapat terasa begitu menyilaukan bagi mereka yang terbiasa dalam kegelapan. Dalam gelap mungkin engkau merasa nyaman, namun tak seorangpun tahu eksistensimu walaupun engkau hidup. umat mungkin bagai laron yang takut dihalau api, dia akan mencengkramkan kuku tajamnya, menggores siapapun yang akan menyelamatkanya dari kegelapan. Bersabarlah, ingatlah manakala junjunan kita Muhammad begitu bersemangat dalam dakwah. Dakwah itu jalan berliku yang penuh perjuangan. Jangan pernah menyerah kawan, nyalakan terus cahaya ini. hingga semua orang dapat melihat sinarnya.

Subhanallah, begitu kalian sangat bersemangat kawan. padahal aku tahu hanya segelintir orang saja yang melirik dan mengikuti. Tapi kalian luar biasa, tak pernah mengurangi semangat kalian dalam menyampaikan dakwah ini. Para nara sumber yang luar biasa, dan ilmu yang kalian berikanpun begitu luar biasa, tapi lihatlah, hanya segelintir orang saja yang mau menyambut cahaya ini. Tetap semangat kawan, ini adalah jalan yang diridhoi Allah. Percayalah bahwa diujung jalan ini Allah mmenyediakan sesatu yang manis untuk kita.

Ya Rabb,, saksikanlah bahwa kami telah menyampaikan kebenaran ini.
Bukakan pintu-pintu hati umat untuk menerima cahaya MU.
Kuatkan para pengemban dakwah dengan kesabaran.
Karuniakan istiqomah kepada kami.
Ya Rabb, sesungguhnya solahku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk MU.

Secercah cahaya yang akan terus kami pancarkan. Beri kami kekuatan ya Rabb. Menyadarkan ummat memang bukan perkara mudah, namun selama kita yakin akan janji Allah, kita pasti bisa kawan.


Senin, 20 Oktober 2014

Izinkan aku membawa cahaya ini, untuk menerangi Dunia.

Bismillahhirohmannirohim...
Assalamualaikum...

Gelap tak selamanya menakutkan, terkadang gelap memberikan ketenangan. Semua benang kusut yang terjalin disiang hari, gelap malam mampu untuk mengurainya. Kokokan ayam yang sayup-sayup terdengar sebagai tanda bahwa hewanpun bertasbih pada Rabb nya. Malam menyimpan semua misteri siang. Mata yang enggan terpejam, memikirkan masa yang belum pasti. Semua rencana yang tersusun rapi, seolah memudar seiring berjalannya waktu. Dulu selalu ada tempat untuk mencurahkan semua mimipi-mimpi besar yang kita inginkan, kita selalu saling support, saling mendoakan semoga semuanya tercapai. Namun kini kita telah berjalan masing-masing, mengejar semua mimpi-mimpi yang pernah kita ungakapkan bersama, atau entahlah, entah kalian masih mengejar mimpi-mimpi itu atau tidak, entah kalian telah menggantinya atau tidak. Entah kalian masih bersemangat untuk mewujudkannya atau tidak. Kawan, kita memang tak bisa jalan bersama lagi seperti dulu. Kita memang sudah punya jalan masing-masing, tapi asal kalian tau, tangan ini selalu terbuka untuk kalian. . .

Semua mimpi yang sudah tersusun rapi, semua target yang sudah menunggu untuk aq gapai. Mungkin sekarang adalah titik terjenuh dalam perjalanan ini. Aku masih ingat, beberapa bulan lalu kita selalu bersemangat mengerjakan skripsi, tanpa henti saling menyemangati, kita yang selalu ingin skripsi itu cepat selasai, dan kini semua sudah usai kawan. Beberapa waktu lalu aku selalu berkata "nunggu ijazah keluar dulu" dan sekarang semua sudah selesai. Hampir 4 tahun aku menyelesaikan semua dengan penuh perjuangan, dan selama itu pula semangatku tak pernah mati. Tak pernah ada kata mengeluh karena aku yakin akan kekuatan tekad dan doa. Namun kini, saat semuanya sudah kucapai, aku merasa ada yang hilang. Mungkin memang aku butuh mimpi baru. Tapi pliiiisssss kenapa mimpi kali ini terasa begitu berat.
Mungkinkah karena tidak ada dukungan? hey, bukankan mimpi ku yang pertama juga diragukan oleh orang tuaku sendiri, tapi lihatlah kawan, sekarang mereka tersenyum melihatku bisa mewujudkan mimpi itu.
Ya Rabb, aku harus mulai dari mana? semua terasa buntu, meggantung tanpa kepastian. selama ini aku selalu yakin bahwa Engkau tak akan menyia-nyiakan kerja keras hamba Mu. mungkin aku hanya harus bersabar.

Ya Rabb, salahkah aku yang ingin terbang meski tak memiliki sayap? salahkah aku yang ingin melihat dunia walau hanya dengan langkah-langkah kecil? salahkan jika impianku terlalu besar? ada sebuah quote yang begitu bagus "Jika seseorang merasa galau dengan keadaannya, itu mungkin dia tidak ridho diatur oleh Tuhannya." Astagfirullah, aku tak pernah merasa tak rela dengan apa yang aku jalani saat ini.. it's verry nice. aku sudah berada pada zona nyaman. Dan aku ingin sesuatu yang baru. bagaimana bisa aku menjadi motivator, selama akupun susah untuk memotivasi diri sendiri, bagaimana mungkin aku bisa menyampaikan tentang bagaimana indahnya islam, sementara pengetahuanku masih dangkal? bagaimana bisa aku menjadi seorang enterpreneur tanpa aku melangkah? Tapi kenapa semua ini begitu lambat berjalan. Aku yakin bahwa Allah akan membuatkan jalan baru untuk impian baruku ketika impian lama sudah kucapai. tapi mungkin memang belum saatnya. Ya Rabb, pertemukan aku dengan orang-orang yang satu visi. kenapa semua orang meragukan semuanya??

Ketika dunia berbalik tak mendukungmu, yang kau butuhkan hanya sebuah keyakinan akan semua mimpi yang telah kau buat. semangat terbesar adalah jiwa-jiwamu sendiri. sebarapa yakin akan mimpi yang kau ingin wujudkan maka sebesar keyakinan itu pula semuanya akan terwujud. Cari dan temukan jalan untuk menuju impianmu. Bergerak dan jangan pernah diam, mintalah selalu Allah untuk membimbingmu untuk meraih impian itu.

Ya Rabb, bimbing aku untuk meraih semua mimpi-mimpi ini. menjadi inspirasi bagi yang lain. aku ingin apa yang aku fahami tentang perjalalan didunia ini, mereka juga faham.
Bantu  aku untuk menyalakan api itu, dan izinkan aku membawa cahaya untuk menerangi dunia. Sekali lagi Izinkan aku membawa cahaya ini untuk menerangi Dunia..