Hari ahad, seperti biasa dengan jadwal full dari 7.30 hingga bakda ashar...
Sudah memasuki bulan november, dan intensitas hujan turun begitu sering, para petani mulai membajak ladang, bersiap menanam padi. Dibeberapa titik ruas jalan, tampak para pekerja yg sdg membuat salurat air, dan perbaikan jalan. Ah, ternyata kota ini sedang berbenah, ataukah hanya kegiatan rutin tahunan. Dimana kualitas proyek yg tdk standar, hingga hanya bertahan beberapa bulan saja. Entahlah, hanya mereka yg tahu.
Kupacu sepeda motorku, menerobos rintik hujan yg turun di sore hari. Ada rencana yg tertunda hari ini, bertemu dengan teman baru tapi serasa teman lama. Ahahaha
Sepanjang perjalanan banyak tanya dan cerita yang kubisikan pada Dia yg Maha tahu.
Bicara pada udara, yang tak mampu fahami rasa...
Namun Dia Maha Segala, Dia tahu setiap lirikan mata dan bisikan hati.
Minggu, 12 November 2017
Sabtu, 14 Oktober 2017
Sabtu review
Sabtu review...
Salam,
Hari libur enak nya ngapain ya??? Banyak org yg bilang bahwa weekend adalah time to
"quality time". Nah, review sy kali ini semoga bisa menemani QT kalian semua ya...
Berikut adalah more info buku yg akan sy bahas.
Judul : ayat-ayat cinta 2
Penulis : Habiburrahman el shirazy
Jml halaman : 697 halaman
Siapa yg tak kenal dengan novel Ayat2 cinta yg terbit di tahun 2004, novel islam yang waktu itu booming bgt, sy juga lagi pas unyu2 nya waktu itu. Wkwkwkwk
Yang kemudian di angkat ke film layar lebar dan sukses digandrungi anak2 muda. Nama fahri melangit dlm film tersebut. Beberapa tahun setelah itu, tepatnya d tahun 2007, kang Abik (begitu beliau biasa dipanggil) sang penulis kembali menerbitkan novel yg tak kalah booming yaitu Ketika cinta bertasbih 1 dan 2, novel inipun mendulang kesuksesan yg sama dgn novel sebelumnya. Dan kali iniiiiii, giliran novel ayat-ayat cinta 2 yang bakal difilemkan, apa jangan2 sudah beredar di bioskop ya? Duh, kudet sy klo urusan film. Hihihi
Bagi sy pribadi membaca lebih dapet feel ny ketimbang nonton film yg di angkat dr sebuah novel (tapi, ini pendapat pribadi doang kok). Oke, kita mulai, dalam novel AAC 2 ini, fahri masih menjadi tokoh utama nya. Kehilangan Aisha membuatnya kehilangan separuh jiwa (nah lhooo,, Aisha kemana gitu?) kalian gak bakalan bisa nebak perjalanan Aisha hingga dia bisa hilang dr kehidupan Fahri, bener2 puzle banget. Hehehe (sengaja biar kalian pada penasaran 😁) Yang jelas, Fahri seperti tak tertarik lagi dengan yg namanya "Wanita" (duh, hambar euy) tapi dalam perjalannya, ada seorang wanita yg ternyata berjuang buat dapetin Fahri, namun dia harus ber-urai air mata lantaran Fahri yg blm sepenuhnya bisa move on (Fahri down nya lamhay bangeet) konfil dengan Keira dan Bertetangga dengan seorang nenek Yahudi yg mmbenci Islam. Itu sebagian drama dalam novel tsb, yg pengen sy garis bawahi adalah novel ini merupakan novel yg sarat dengan pengetahuan, didalamnya banyak banget ilmu2 sbg referensi, yg kang Abik tuangkan sebagai penguat karakter Fahri yg Smart. Novel ini bercerita dengan sangat detail, saat kang Abik mendeskripsikan Oxford Union dimana Fahri melakukan debat dengan 2 profesor, yaitu Prof. Mona Bravmann dan Prof. Horten. Membuat kita bisa mendeskripsikan gimana sih Oxford Union itu, ya meskipun kapan atuh ya kita ke London. Hehehe (btw, latar dari nivel ini bukan d indonesia yah, jadi kalian bakal mupeng banget deh sama suasana luar negri.wkwkwk) Isi debatnya begitu berbobot, bagaimana sebuah konsep theologi dipaparkan dengan gamblang. Pemaparan yg smart dan santun, sungguh mengagumkan, sy jadi membayangkan jika saja orang2 islam se-ideal Fahri, maka jaya sentausa umat islam, rahmatan lil alamin bukan hanya sebatas kata2, namun tercermin dalam sikap. Hehehe
But, semua adalah proses hingga pada satu titik nanti islam akan kembali memancarkan cahayanya.. Trust it.
Oh iya, novel ini menyentuh jiwa banget deh pokoknya. Kita akan dibawa pada sebuah imajinasi yg begitu hidup, merasakan kelembutan hati yg begitu nyata. Ahahaha (labay yah gue)
Namun, satu catatan sy untuk novel ini, yaitu Ending yg "terlalu sempurna". Transpalasi wajah yg dilakukan Aisha membuat sy tak habis fikir.
Yah, pokoknya gitu deh, klo sy ceritain semua disini, kalian jadi males baca nanti. Hehe
Baca aja, dan rasakan sensasinya...😀😀
.
Klo kalian kebingungan nyari bukunya dimana, kalian bisa hub. sy, @lokobuku jadi solusi bacaan islami buat kalian yg hobi baca. Hehehe (ujung2 nya promosi yah tetep) dasar perempuan preneur... Wkwkwk.
.
Salam literasi dari sy buat kalian semua. 😊😊
Salam,
Hari libur enak nya ngapain ya??? Banyak org yg bilang bahwa weekend adalah time to
"quality time". Nah, review sy kali ini semoga bisa menemani QT kalian semua ya...
Berikut adalah more info buku yg akan sy bahas.
Judul : ayat-ayat cinta 2
Penulis : Habiburrahman el shirazy
Jml halaman : 697 halaman
Siapa yg tak kenal dengan novel Ayat2 cinta yg terbit di tahun 2004, novel islam yang waktu itu booming bgt, sy juga lagi pas unyu2 nya waktu itu. Wkwkwkwk
Yang kemudian di angkat ke film layar lebar dan sukses digandrungi anak2 muda. Nama fahri melangit dlm film tersebut. Beberapa tahun setelah itu, tepatnya d tahun 2007, kang Abik (begitu beliau biasa dipanggil) sang penulis kembali menerbitkan novel yg tak kalah booming yaitu Ketika cinta bertasbih 1 dan 2, novel inipun mendulang kesuksesan yg sama dgn novel sebelumnya. Dan kali iniiiiii, giliran novel ayat-ayat cinta 2 yang bakal difilemkan, apa jangan2 sudah beredar di bioskop ya? Duh, kudet sy klo urusan film. Hihihi
Bagi sy pribadi membaca lebih dapet feel ny ketimbang nonton film yg di angkat dr sebuah novel (tapi, ini pendapat pribadi doang kok). Oke, kita mulai, dalam novel AAC 2 ini, fahri masih menjadi tokoh utama nya. Kehilangan Aisha membuatnya kehilangan separuh jiwa (nah lhooo,, Aisha kemana gitu?) kalian gak bakalan bisa nebak perjalanan Aisha hingga dia bisa hilang dr kehidupan Fahri, bener2 puzle banget. Hehehe (sengaja biar kalian pada penasaran 😁) Yang jelas, Fahri seperti tak tertarik lagi dengan yg namanya "Wanita" (duh, hambar euy) tapi dalam perjalannya, ada seorang wanita yg ternyata berjuang buat dapetin Fahri, namun dia harus ber-urai air mata lantaran Fahri yg blm sepenuhnya bisa move on (Fahri down nya lamhay bangeet) konfil dengan Keira dan Bertetangga dengan seorang nenek Yahudi yg mmbenci Islam. Itu sebagian drama dalam novel tsb, yg pengen sy garis bawahi adalah novel ini merupakan novel yg sarat dengan pengetahuan, didalamnya banyak banget ilmu2 sbg referensi, yg kang Abik tuangkan sebagai penguat karakter Fahri yg Smart. Novel ini bercerita dengan sangat detail, saat kang Abik mendeskripsikan Oxford Union dimana Fahri melakukan debat dengan 2 profesor, yaitu Prof. Mona Bravmann dan Prof. Horten. Membuat kita bisa mendeskripsikan gimana sih Oxford Union itu, ya meskipun kapan atuh ya kita ke London. Hehehe (btw, latar dari nivel ini bukan d indonesia yah, jadi kalian bakal mupeng banget deh sama suasana luar negri.wkwkwk) Isi debatnya begitu berbobot, bagaimana sebuah konsep theologi dipaparkan dengan gamblang. Pemaparan yg smart dan santun, sungguh mengagumkan, sy jadi membayangkan jika saja orang2 islam se-ideal Fahri, maka jaya sentausa umat islam, rahmatan lil alamin bukan hanya sebatas kata2, namun tercermin dalam sikap. Hehehe
But, semua adalah proses hingga pada satu titik nanti islam akan kembali memancarkan cahayanya.. Trust it.
Oh iya, novel ini menyentuh jiwa banget deh pokoknya. Kita akan dibawa pada sebuah imajinasi yg begitu hidup, merasakan kelembutan hati yg begitu nyata. Ahahaha (labay yah gue)
Namun, satu catatan sy untuk novel ini, yaitu Ending yg "terlalu sempurna". Transpalasi wajah yg dilakukan Aisha membuat sy tak habis fikir.
Yah, pokoknya gitu deh, klo sy ceritain semua disini, kalian jadi males baca nanti. Hehe
Baca aja, dan rasakan sensasinya...😀😀
.
Klo kalian kebingungan nyari bukunya dimana, kalian bisa hub. sy, @lokobuku jadi solusi bacaan islami buat kalian yg hobi baca. Hehehe (ujung2 nya promosi yah tetep) dasar perempuan preneur... Wkwkwk.
.
Salam literasi dari sy buat kalian semua. 😊😊
Kamis, 12 Oktober 2017
Teman perjalanan
Bismillah..
Salam..
Tulisan ini, tepat tulisan ke 100 dalam blog ini... Tak terhitung tulisan yg pernah nongki dan kemudian d hapus (deuuuh jadi blogger galau pisan).
Memasuki musim hujan, tanah yang gersang kembali hidup, tumbuhan yang layu mulai mengeluarkan tunas. Mereka yang hampir kering, kembali mengeluarkan daun muda. Biji2an mulai menjadi kecambah. Udara panas berganti sejuk dengan iringan nyanyian hujan. Setiap tetes air yg jatuh dari langit menghasilkan suara yang syahdu.
Aku basah kuyup lantaran menerobos derasnya hujan. Berharap segera sampai dirumah lebih cepat, namun jalanan siang itu sedikit tak bersahabat, antrian kendaraan memenuhi ruas jalan, terjadi kemacetan karena ada mobil yg mogok. "yah, gak bisa nyampe cepet ini mah"
gumamku. Teringat berkas penting yg ku bawa, sementara guyuran hujan semakin deras. Tak yakin berkas itu akan selamat jika terus bertahan dalam kemacetan. Akhirnya kucoba menepi, berteduh disebuah warung dipinggir jalan. Seorang ibu dengan daster dan kerudung warna coklat menyapa "waduh, basah kuyup gitu neng. Gak bawa jas hujan? ", sepertinya dia pemilik warung. Aku tersenyum dan menggelengkan kepala. "sok mangga neng duduk dulu, sambil nunggu gak macet, haduh nanti masuk angin neng" ibu itu terus saja berceloteh, naluri seorang ibu nya bekerja dengan baik. Kembali aku tersenyum "muhun bu, ikut berteduh disini". "iya sok mangga, kenapa gak si akang aja neng yang bawa motornya? Ibu mah palaur, hujan2 gini perempuan bawa motor". DAR.... Aku terkejut dengan pertanyaan itu, pertanyaan yg membuat hatiku semakin beku. Namun segera kujawab "akang lg sibuk bu, jadi sy bawa motor sendiri". Pliiisss, hati ini geli banget, kenapa pula harus menerima pertanyaan itu disaat seperti ini. Tak jauh dari situ, seorang pria yg lebih dulu berteduh ditempat itu menghampiri dan berkata pelan kepadaku "jangan bohong, dari matamu aku tau kalo kamu belum menikah." Iiiisshh siapa pula dia, aku menoleh dengan kening berkerut, namun pria itu hanya tersenyum dan kembali berkata "gak usah heran, kamu gak ada bakat buat bohong, aku hanya membaca gestur tubuhmu". Akhirnya aku tersenyum dan berkata "tapi jawabanku tadi gak bohong, aku hanya mengira2, mungkin dia sedang bekerja". Diapun tersenyum.
Antrian kendaraan mulai berjalan,
Salam..
Tulisan ini, tepat tulisan ke 100 dalam blog ini... Tak terhitung tulisan yg pernah nongki dan kemudian d hapus (deuuuh jadi blogger galau pisan).
Memasuki musim hujan, tanah yang gersang kembali hidup, tumbuhan yang layu mulai mengeluarkan tunas. Mereka yang hampir kering, kembali mengeluarkan daun muda. Biji2an mulai menjadi kecambah. Udara panas berganti sejuk dengan iringan nyanyian hujan. Setiap tetes air yg jatuh dari langit menghasilkan suara yang syahdu.
Aku basah kuyup lantaran menerobos derasnya hujan. Berharap segera sampai dirumah lebih cepat, namun jalanan siang itu sedikit tak bersahabat, antrian kendaraan memenuhi ruas jalan, terjadi kemacetan karena ada mobil yg mogok. "yah, gak bisa nyampe cepet ini mah"
gumamku. Teringat berkas penting yg ku bawa, sementara guyuran hujan semakin deras. Tak yakin berkas itu akan selamat jika terus bertahan dalam kemacetan. Akhirnya kucoba menepi, berteduh disebuah warung dipinggir jalan. Seorang ibu dengan daster dan kerudung warna coklat menyapa "waduh, basah kuyup gitu neng. Gak bawa jas hujan? ", sepertinya dia pemilik warung. Aku tersenyum dan menggelengkan kepala. "sok mangga neng duduk dulu, sambil nunggu gak macet, haduh nanti masuk angin neng" ibu itu terus saja berceloteh, naluri seorang ibu nya bekerja dengan baik. Kembali aku tersenyum "muhun bu, ikut berteduh disini". "iya sok mangga, kenapa gak si akang aja neng yang bawa motornya? Ibu mah palaur, hujan2 gini perempuan bawa motor". DAR.... Aku terkejut dengan pertanyaan itu, pertanyaan yg membuat hatiku semakin beku. Namun segera kujawab "akang lg sibuk bu, jadi sy bawa motor sendiri". Pliiisss, hati ini geli banget, kenapa pula harus menerima pertanyaan itu disaat seperti ini. Tak jauh dari situ, seorang pria yg lebih dulu berteduh ditempat itu menghampiri dan berkata pelan kepadaku "jangan bohong, dari matamu aku tau kalo kamu belum menikah." Iiiisshh siapa pula dia, aku menoleh dengan kening berkerut, namun pria itu hanya tersenyum dan kembali berkata "gak usah heran, kamu gak ada bakat buat bohong, aku hanya membaca gestur tubuhmu". Akhirnya aku tersenyum dan berkata "tapi jawabanku tadi gak bohong, aku hanya mengira2, mungkin dia sedang bekerja". Diapun tersenyum.
Antrian kendaraan mulai berjalan,
Jumat, 12 Mei 2017
Meraba rasa
Diujung keramaian kota, jauh dari hingar-bingar dan gemerlap cahaya. Dimana sunyi masih setia menyelimuti. Tidak seperti dikota-kota besar yang sepertinya tak pernah mati, aktifitas silih berganti. dari pagi hingga pagi lagi, tak pernah henti detak pergerakan manusia yang terus berafiliasi.
Kerika mentari mulai beranjak pergi, saat surau2 saling sahut menyahut mengumandangkan adzan, suara berisik anak2 berlarian dihalaman surau, berebut masuk yang langsung disambut teriakan orang tua "Jangan berisik, lagi adzan". seorang perempuan tengah duduk dengan hidmat, memakai mukena motif bunga-bunga kecil yang warnanya sudah mulai pudar, tersenyum geli melihat anak-anak kecil yang kaget dengan suata tinggi pak Yadi, menyuruh mereka untuk tidak berisik. "ah, namanya juga anak-anak".
surau itu memang kecil, namun selalu ramai dengan suara anak-anak yang belajar mengeja huruf hija'iyah. melafalkan surat-surat pendek dan menghafal bacaan solat. Teringan 20 tahun yang lalu, diapun berada diposisi itu. masa-masa kecil yang begitu indah.
Senin, 10 April 2017
April
Sekarang sudah april, dan bulan depan mei..satu bulan penuh saya vakum nulis, dan rasa-rasanya kangen juga ya.. ahahahaha
Sabtu, 11 Februari 2017
Mamah mah.
Sore-sore pulang dari rumah teman, langit sore yang cerah, dompet yang masih melimpah (secara baru gajihan. wkwkwkwkw) aq berjalan dengan riang masuk rumah.
Annisa Ayummi : "Assalamualaikum, mah"
Mamah : "Waalaikum salam, dari mana kak?"
Annisa Ayummi : " Dari rumah temen" Ngelihat mamah lagi asyik nonton tv sambil makan kue, langsung aja duduk disampinhnya, sambil mengambil alih tempat kue. "Mah, tadi dirumah temen ada cowok kasep, dan baik kayanya (senyum-senyum gaje)".
Mamah : "terus kenapa kak". Tanpa menoleh sedikitpun.
Annisa Ayummi : "yah gak kenapa-napa mah. Cuman itu mah, idaman banget. hehehehe" (mesem-mesem minta ditimpuk).
Mamah : "percuma kak" Berdiri sambil megang gelas dan berjalan ke arah dapur. "Percuma kasep dan baik juga kak, kalo kag bertamu kerumah nemuin bapak" Kepalanya menunjuk kearah bapak yang lagi diteras ngobrol sama mang deni.
Jlebbbb..Dan tiba-tiba hening, ngedadak mati lampu. Hanya ada suara jarum jam yang terasa begitu menikam. Mamah mah gitu kalo ngomong, suka bener...
Akhirnya aku bangkit, masuk kamar dan termenung.. Jadi kamu masih dimana sih kang? awas aja klo sampe ketemu, aku tumpahkan semua unek2 ini sama kamu.
Kamis, 09 Februari 2017
Datang lagi- Part 2
Sudut pandang Adi mangku negara.
Aku masih terdiam, semua kata-katanya sembuatku membeku. Beberapa menit yang lalu, percakapan yang singkat namun penuh emosi Annisa. Ternyata aku tak banyak tahu tentangmu. Aku hanya melihat kamu dari kulitnya saja. Pergolakan batinmu, diam-mu yang selama ini aku sesalkan, kebencianmu yang selama ini aku sayangkan, ternyata membuat pemahaman baru untuk-ku. Bahwa setiap orang layak ditempatkan dalam posisi yang baik. Tak ada guna pamer kehebatan, pamer apa yang kita punya, pamer apa yg sudah kita lakukan, jika "pamer" itu malah membuat orang tak bersyukur. Annisa, kamu sudah cukup matang untuk mengambil sebuah keputusan. Dan aku terdampar disudut tak bercahaya. Aku yang selama ini banyak menuntut, banyak menyalahkan orang, hanya tertunduk lemas mendengar ucapan-mu. Sungguh bukan sekedar ucapan Annisa, tapi nasihat yang akan selalu ku ingat.
Aku tahu makna diam-mu sekarang, aku bisa merasakan kebencian yang kau tahan Annisa. Dan aku tahu, alasan kamu menarik diri dari peredaran. Memilih menepi, tak lagi banyak mengambil peran. Ternyata kamu tengah menundukan api.. Teruslah berjalan Annisa, teman barumu akan tentu lebih baik..
Annisa, kenapa aku jadi selemah ini. Semua ini gara-gara deretan kalimatmu, kamu harus menyembuhkannya. (Ah, lagi-lagi aku menyalahkan orang lain atas ketakberdayaanku).
===END===
Aku masih terdiam, semua kata-katanya sembuatku membeku. Beberapa menit yang lalu, percakapan yang singkat namun penuh emosi Annisa. Ternyata aku tak banyak tahu tentangmu. Aku hanya melihat kamu dari kulitnya saja. Pergolakan batinmu, diam-mu yang selama ini aku sesalkan, kebencianmu yang selama ini aku sayangkan, ternyata membuat pemahaman baru untuk-ku. Bahwa setiap orang layak ditempatkan dalam posisi yang baik. Tak ada guna pamer kehebatan, pamer apa yang kita punya, pamer apa yg sudah kita lakukan, jika "pamer" itu malah membuat orang tak bersyukur. Annisa, kamu sudah cukup matang untuk mengambil sebuah keputusan. Dan aku terdampar disudut tak bercahaya. Aku yang selama ini banyak menuntut, banyak menyalahkan orang, hanya tertunduk lemas mendengar ucapan-mu. Sungguh bukan sekedar ucapan Annisa, tapi nasihat yang akan selalu ku ingat.
Aku tahu makna diam-mu sekarang, aku bisa merasakan kebencian yang kau tahan Annisa. Dan aku tahu, alasan kamu menarik diri dari peredaran. Memilih menepi, tak lagi banyak mengambil peran. Ternyata kamu tengah menundukan api.. Teruslah berjalan Annisa, teman barumu akan tentu lebih baik..
Annisa, kenapa aku jadi selemah ini. Semua ini gara-gara deretan kalimatmu, kamu harus menyembuhkannya. (Ah, lagi-lagi aku menyalahkan orang lain atas ketakberdayaanku).
===END===
Langganan:
Postingan (Atom)