Rabu, 17 September 2014

Sajak Embun Dan Perasaan (Tere Liye)


Kenapa embun itu indah?
Karena butir airnya tidak menetes
Sekali dia menetes, tidak ada lagi embun.

Kenapa purnama itu elok?
Karena bulan balas menatap di angkasa
Sekali dia bergerak, tidak ada lagi purnama.

Aduhai, mengapa sunset menakjubkan?
Karena matahari menggelayut malas di kaki langit
Sekali dia melaju, hanya tersisa gelap dan debur ombak.

Mengapa pagi menentramkan dan dingin?
Karena kabut mengambang di sekitar
Sekali dia menguap, tidak ada lagi pagi.

Di dunia ini,
Duhai, ada banyak sekali momen-momen terbaik
Meski singkat, sekejap
Yang jika belum terjadi langkah berikutnya
Maka dia akan selalu spesial.

Sama dengan kehidupan kita, perasaan kita
Menyimpan perasaan itu indah
Karena penuh misteri dan menduga
Sekali dia tersampaikan, tidak ada lagi menyimpan.

Menunggu seseorang itu elok
Karena kita terus berharap dan berdoa
Sekali masanya tiba, tiada lain kecuali jawaban dari kepastian
Sungguh tidak akan keliru bagi orang-orang yang paham.

Wahai, tahukah kita kenapa embun itu indah?
Karena butir airnya tidak menetes
Sekali dia menetes, tidak ada lagi embun
Masa singkat yang begitu berharga.

Dikutip langsung dari blog tetangga DISINI AJAH .

Senin, 08 September 2014

The People Strong is Dad and The People Patient is Mom



Assalamualaikum...
Bismillahirrohmanirrohim..

Malam yang gelap selalu memberi kesempatan untuk kita bermuhasabah, apa yang sudah kita perbuat siang tadi? berapa hati yang terluka karena lisan kita? berapa hati yang gambira karena lisan dan tingkah kita? berapa pundi yang kau simpan untuk akhiratmu? adakah lisan ini membuat hati sesama terluka, namun belum sempat terucap maaf. Malam memberi ruang untuk dapat menata hari esok. Semoga kita selalu bisa menjadi pribadi yang mau belajar dan dapat mengambil pelajaran dalam setiap perjalanan hidup.

Teringat beberapa hari yang lalu tentang sebuah potret kehidupan. Dunia ini mungkin terlihat tak adil, bagi sebagian orang hidup itu tinggal dijalani dengan semua fasilitasnya, namun bagi sebagian yang lain hidup itu harus diperjuangkan. Dunia tak selamanya adil, ada kejahatan yang tak terbalaskan, ada kebaikan yang tak terjelaskan, karena itulah ada "Hari Pembalasan".

Langit sore dikota ini selalu tampak indah dengan sinar keemasannya, memberikan pesona bagi semua penghuninya. Sore hari, saat sebagian orang mulai pulang dari aktifitasnya, membawa cerita harinya untuk dibagi bersama keluarga. Sore itu, seperti biasa saya pulang kerja dengan menggunakan kendaraan umum (mengurangi macet, alibi), perjalanan pulang yang melewati rumah-rumah penduduk dengan semua aktifitas disore harinya, terlihat sebagian anak-anak ABG menghabiskan waktunya dengan ngumpul-ngumpul di teras rumah, ada juga sebuah keluarga yang asyik tertawa, terlihat begitu riang. Hingga saya melewati pasar yang sudah mulai sepi, tanda penghuninya sudah beranjak pergi. Disitu saya melihat pemandangan lain, seorang bapak-bapak yang sedang berada digalian saluran air, dia menngunakan kaus warna kuning dengan penuh lumpur. Rupanya bapak itu salah satu pekerja proyek pembuatan saluran air. Kau tau, apa yang terlintas dalam fikiranku? waktu itu aku berfikir "aku yakin dia adalah kepala keluarga yang sedang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya, terbayang jika dirumahnya seorang istri tengah menanti kedatangannya, dan anak-anak yang menunggu ayahnya pulang membawa sesuatu". Kau tau, seorang ayah akan melakukan pekerjaan apapun untuk keluarganya, tak perduli itu bayarannya kecil, tak perduli sekotor apapun pekerjaan itu, peluh yang keluar tak akan dia rasakan demi mengidupi keluarga. Kau tau, berapa bayaran yang bapak itu terima untuk satu hari kerja? aku yakin itu hanya cukup untuk hidup satu hari dengan pas-pasan. Kau tau, seorang ibu harus bisa membagi uang itu untuk makan sekeluarga dan jatah jajan anak-anaknya. Bagi mereka hidup itu harus diperjuangkan, karena jika satu hari saja ayah itu tidak bekerja, maka ibunya akan berpuasa untuk mmenuhi kebutuhan anaknya. Kau lihat, betapa seorang ayah itu adalah manusia paling kuat. Tapi lihat, siapa yang selama kau banggakan kawan? kau hanya mengelu-elukan spiderman, superman yang katanya pahlawan kebenaran. Tidakkah kau fikir, bahwa pahlawan sebenarnya adalah ayahmu. Dan coba kau tengok sesosok perempuan yang selama ini menemanimu. Ibu, dia adalah wanita tersabar yang pernah Allah ciptakan didunia ini. Kau lihat, seluruh waktunya tersita hanya untukmu anaknya. Ibu rela tak tidur saat kau sakit demi menjagamu, ibu rela jatah makannya kau makan agar kau tetap tumbuh. Ingatkah engkau kawan, saat makanan yang kau makan tak habis, sisa makanan itu kau berikan pada ibumu, namun ibu tak pernah protes. Tak dapatkah kau rasakan kasih sayang itu? namun apa yang terjadi, kau malah membalas kasih sayang ibumu dengan bentakan saat keinginanmu tak ia penuhi, kau lebih memilih teman kencanmu yang baru beberapa bulan kau kenal dibanding ibumu.

Itu baru seorang pekerja saluran air. Dilain waktu, saya pernah melihat seorang bapak-bapak yang sudah cukup tua mendorong gerobaknya, padahal waktu sudah hampir senja (mendekati magrib) dan saat itu hujan turun, seorang bapak tua tersebut tepat berhenti didepan jendela kamar saya, sambil melihat dagangannya yang masih lumayan banyak, dia lihat dagangannya (dia penjual makanan) dan dibalik jendela kamar, saya melihat tatapan matanya yang kosong, seolah menerawang entah kemana. Dia menarik nafas, menutup wajan makanan yang dia buka, dan kembali berjalan. Sungguh ayah adalah mausia kuat yang Allah ciptakan untuk kita. Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki sekarang.

Kawan, orang tua adalah dua mahluk Allah yang wajib kita muliakan. Kau tau, kita bisa seperti sekarang ini, ini berkat doa-doa mereka yang selalu dipanjatkan untuk kita anak-anaknya.

Mungkin kalian yang kebetulan membaca tulisan ini bukan dari bagian orang yang harus memperjuangkan hidup, tapi ketahuilah siapapun kalian, kita bisa sampai pada posisi kita sekarang, itu adalah berkat orang tua kita. Bagi kalian yang merasa berkecukupan, lihatlah sekeliling. Tengok kanan kiri kita, adakah yang memerlukan uluran tangan kita. Hidup itu bukan sekedar menikmati, kau pergi jalan-jalan ketempat yang kau sukai, bembeli apapun yang kau inginkan, bukan kawan. Tapi hidup itu adalah soal berbagi, pernahkan kau merasakan bahagia saat orang yang kau beri tersenyum dengan apa yang kita berikan? mungkin bagimu itu tak seberapa, tapi bagi mereka itu sangat berharga kawan.

 "Berbaktilah pada Orangtua mu, katakan terima kasih atas semua kasih sayangnya, dan mintalah pada Allah untuk memuliakan mereka karena hanya Allah yang bisa membalas semua kebaikan mereka. Doakan selalu mereka dan setiap sujud panjangmu pada Sang Khaliq".

Minggu, 07 September 2014

Kufikir sudah cukup, ternyata...

Bismillahirohmannirohim.

Oke mulai saja...
    Saya terlahir dari sebuah keluarga yang beragama islam. sejak kecil, saya sudah di didik dengan ajaran islam. Masa kecil saya, sama seperti anak2 desa lainnya. Zaman saya, belum se-extrim zaman sekarang beruntung banget saya dilihirkan di tahun 90'an hehehe, kenapa demikian? karena kultur budaya zaman saya belum bias seperti sekarang ini, zaman saya masih memegang teguh tata krama, sopan santun dan sangan religius. Ini terbukti dari cara memperlakukan guru, cara berpakaian, sopan santun dan banyak lagi. Zaman saya dulu, sebelum handphone masuk kampung yah, kalau ada seorang anak gadis yang maaf dia menggunakan pakaian yang minim, maka dengan otomatis masyarakat menilai bahwa dia wanita tidak baik, tapi lihat keadaan sekarang? mereka yg menggunakan pakaian minim malah disebut gaul. Zaman saya dulu, ketika di warung misalnya ada sekelompok pemuda yang sedang nongkrong (dari dulu pemuda emang udah hobi nongkrong kayanya ^_^), maka saya tidak berani untuk lewat didepannya karena malu. Zaman saya dulu, ketika sedang main dengan kawan sebaya, lalu tiba-tiba melihat guru dari kejauhan, maka kita akan langsung ngumpet karena takut dan malu (ntar kita disangka tukang maen terus, keluyuran terus). Jauh banget yah sama zaman sekarang, hehehehehe
Di kampung saya, kalau seorang anak sudah masuk kelas satu SD maka biasanya orang tua mereka suka menitipkna anaknya disurau-surau untuk belajar tentang agama. Belajar agama disini meliputi belajar baca Al-qur'an, hafalan surat-surat pendek, tata cara solat, wudhu (pokoknya kita diajari tentang ilmu fiqih). Selain itu, karena biasanya bukan berguru pada satu orang saja, maka ketika seorang anak sudah masuk sekolah SMP, maka anak-anak yang seusia akan pindah lagi berguru pada yang lebih tinggi lagi (bisa dibilang naik level lah ya).
saya juga demikian, di pengajian yang ke 4 ini (saya dari pertama berguru ke orang lain pindah2 terus, sampe SD itu 3 kali pindah guru ngaji hehehe) saya diajarkan level yang lebih tinggi lagi, saya belajar kibat kuning atau biasa disebut kitab dasar dipesantren, biasanya kitab yang dipelajari itu kitab safinah (membahs tentang fiqih), kitab jurumiah (membahas tentang cara membaca tulisan arab) biasanya didampingi dengan belajar tentang ilmu nahwu dan sorof, kitab tijan (kitab kedua setelah jurumiah) , kitab taklimul muta'allim (membahas tentang tata cara mencari ilmu) disini dibahas bahwa cara menyimpan bukupun ada aturannya, bagaimana hormat kepada guru, agar ilmu yang kita peroleh itu bermanfaat dan nempel gitu hehehe. Dan saya termasuk orang yang sangat-sangat beruntung (kenapa demikian? ) karena orang-orang yang mengajarkan saya di tahap ini adalah bukan orang sembarangan, mereka adalah para lulusan Universitas Islam yang terkemuka (saya gak sebut lembaganya ya). Mereka adalah orang-orang hebat yang mengabdikan dirinya untuk ummat. Saat itu buakan hanya imlu agama yang saya dapatkan, tapi banyak ilmu lain yang saya pelajari, saya belajar bahasa inggris, belajar berbicara didepan (biasanya dengan menjadi pembawa acara atau pembaca sari tilawah (membaca terjemah Al'quran) di pengajian orang tua), selain itu juga ada kelas dakwah, kita belajar menyampaikan materi didepan tenam-teman kita, dan nanti di akhir pertemuan ada koreksi dari guru kita (seperti komentator di acara-acara zaman sekarang hehe) dan ada tugas untuk meteri minggu selanjutnya dan siapa yang harus tampil, asal kalin tau, kalau zaman saya dulu belajar agama atau ngaji itu dari habis magrib sampai jam 21:30, habis itu boleh nonton tv sampe jam 22:00 atau jam 22:30 setelah itu kita tidur dan subuh nya kita bangun untuk berjamaah subuh dan lanjut tadarus Al-qur'an sampai jam 06:00 baru pulang kerumah untuk siap-siap sekolah, dan sekolah SMPpun saya di sekolahkan di sekolah Islam (Madrasah Tsanawiyah setingkat SMP), dan kegiatan mempelajari islam itu saya lakukan samapai saya keluar SMA. Bagi saya itu merupakan bekal yang teramat cukup, dan masa-masa itu adalah masa paling manis dalam perjalanan ini. Muncul pertanyaan, nah lho, kok sekarang belajar islam lagi? bukannya udah cukup yah...

Saya terangkan sedikit, bahwa yang saya pelajari kurang lebih selama 12 tahun itu adalah 80% tentang fiqih, apa itu solat, bagaimana cara solat?, apa itu puasa, dan bagaimana cara puasa?, yang saya pelajari seputar What dan How. tapi pertanyaan mendasar tentang Why shoot islam? blm terfikirkan. Dan pertanyaan itu ada setelah saya keluar dari tempat saya lahir. saya pergi kesebuah kota kecil yang jaraknya hanya 54KM dari kampung saya, disana saya bekerja, dan otomatis kesibukan saya berubah 180 derajat. saya bertemu dengan banyak orang dengan latar belakang berbeda, aktifitas saya berubah, kebiasaan saya setelah magrib mengkaji islam tidak ada (hanya tadarus sendiri aja), dan itu membuat saya kosong rasanya ada sesuatu yang hilang dari diri saya, saya berusaha mencari dan ternyata saya dapatkan bahwa jika 3 hari saja seorang tidak mendapatkan siraman rohani maka hatinya akan menjadi kering. Dan mungkin itu pula yg saya rasakan. selama 2 tahun saya berusaha ingin mengembalikan seperti semula, saya cari tempat mengkaji agama yg bisa saya datangi sehabis magrib, dan ternyata hasilnya nihil. akhirnya karena saya hobi baca (1 buku ilmu filsafat sudah saya baca sejak SMP, namun sayang saya tidak mengetri apa itu yang saya baca. karena memang ilmu filsafat itu bahsanya tinggi. alhasil saya tidak pernah khatam itu buku dan pusing setelah membacanya) sejak itu saya belajar islam dari buku, saya berusaha mengisi jiwa saya lewat buku yang saya baca, terlepas itu saya membaca novel (novel islami) saya pasti menemukan benang merah dari cerita tersebut. Sampai akhirnya saya kuliah dan bertemu dengan teman-teman yang luar biasa, yang Allah kirimkan untuk saya. Itulah jalan saya untuk menjawab pertanyaan tentang Why shoot islam? saya dikenalkan dengan sebuah organisasi dan saya cukup nyaman berada didalamnya saat itu (kenapa saya merasa nyaman? karena kegiatan mengkaji islam yg hilang, kini saya temukan lagi), sampai sebuah kejadian besar yang masih menjadi teka-teki sampai sekarang. Saya off lagi dari organisasi itu (meski masih mengikuti beberapa kegiatannya, namun tidak full seperti dulu). dari situ saya merasa ada yang hilang lagi, saya cari lagi, saya ikuti beberapa kajian ulama besar, tapi semuanya bagi saya mengajari apa yang sudah saya tau, menjelaskan tentang sedekah (saya sudah tau) tentang hati yang bersih (saya tau) dan banyak lagi.

Hingga akhirnya saya menemukan sebuah kajian yang menjawab pertanyaan saya tentang Why shoot islam? mungkin muncul pertanyaan kenapa saya merasa ragu dengan islam, padahal saya sudah belajar islam sekian lamanya, ini karena apa yang saya lihat disekitar sungguh sangat ironi (harap tau bahwa dari dulu di kampung saya yang namanya kerudung itu sudah menjadi keharusan pakaian seorang anak perempuan) sementara yang saya dapatkan disini sebaliknya, bahwa berbuat baik itu kewajiban, tapi saya menemukan sebaliknya. dan mohon maaf malah kepercayaan tetangga yang beda dengan saya yang malah kelihatan adem ayem dan disiplin. Disitu puncak keraguan saya, hingga saya diskusi dengan teman saya yang non muslim dan saya mendapatkan sebuah jawaban yang menurut saya kok mereka juga benar, lalu kenapa selama ini mereka kita anggap salah. Tapi ternyata setelah diskusi berikutnya baru saya temukan temukan tentang sesuatu yang tidak masuk akal. Back to topik, setelah saya menemukan kajian yang menjawab pertanyaan "Why" saya, saya terus cari tahu tentang beliau (yang menyampaikan kajian tsb) saya ikutin kegiatannya dan saya temukan dimana dia mendapatkan ilmu itu, dan ternyata saya dapat. Dan itulah yang saya kaji sekarang. ngomomg-ngomong tentang menjawab pertanyaan Why saya, beliau mengajak saya untuk berfikir tentang alam semesta (mungkinkah tata surya ini berjalan tanpa bertabrakan secara kebetulan?), manuasia (bagaimana manusia diciptakan?) dan kehidupan (darimana manusia hidup? akan kemana setelah hidup? dan untuk apa kita hidup?) dan kehidupan. Semuanya bisa dibuktikan dan diterima akal. KAu tau kawan, menurut para ulama besar "ketahuilah bahwa kewajiban pertama seseorang yang sudah baligh (berakal) adalah mencari tau tentang siapa Tuhannya, hingga akalnya tidak dapat menafikkan bahwa Allah adalah Tuhannya". Tidak ada jalan bagi seseorang untuk mengambil islam sebagai agamanya kecuali dengan berfikir.

Sekarang ini, saya mengkaji islam ditempat beliau juga mengkaji islam. Apakah ada yang beda? yah, saya katakan ada yang beda, disini hal pertama yang dibahas adalah akidah (keyakinan). Aqidah bagi seorang yang beragama islam merupakan sebuah pondasi (ibarat bangunan rumah aqidah ini merupakan tiang rumah tsb). jadi kalau saya diibaratkan membangun rumah, selama ini saya sudah punya pintu, jendela, atap dll, tapi mau nempel kemana semua ini, karena pondasinya sendiri belum kuat). yang selama ini saya kerjakan hanya sebatas kegiatan yang berulang-ulang dan tanpa memeberi efek yang berarti. Bisa dibilang hanya sebuah habit saja, next nya saya akan membahas tentang habits dan bagaimana cara membuat habits yang kita inginkan.

Well, pertemuan saya kemarin dengan guru baru di kelas Halaqoh Persiapan adalah yang pertama, setelah sebelumnya saya belajar dikelas Perkenalan kurang lebih selama 6x pertemuan. Dan dipertemuan pertama dengan guru saya yang baru ini, kita hanya melakukan diskusi ringan (karena beliau juga sedang sakit) belum masuk ke kajian, namun banyak sekali ilmu yang saya peroleh, bahwa mencari ilmu itu adalah kewajiban setiap insan dari buaian sampe liang lahat (meninggal), beliau juga mengatakan bahwa jangan pernah merasa jadi orang paling sibuk didunia, sehingga untuk mencari  ilmupun tidak ada waktu. Dan beliau mengatakan bahwa yang namanya jalan dakwah itu penuh liku, banyak yang berguguran ditengah jalan, maka kita harus luruskan niat hanya mengharap ridho Allah swt semata. Dan kewajiban untuk berdakwah adalah kewajiban kita semua, bahwa samapaikanlah walau satu ayat. Bismillah, semoga saya menjadi yang istiqomah didalamnya. Waktu adalah satu-satunya pemisah antara yang istiqomah dan yang ditinggalkan.

nextnya kita bahas tentang habits yah, tapi nanti ada selingan dulu tulisan tentang sosok Ayah (sebenernya sekarang itu mau nulis tentang sosok Ayah, tapi jari-jemari ini menari-nari menulisakan yang lain. hehehehe)
karena ada perintah dari otak keleeuuuusss. hahahaha

saran saya cuman satu "klo sekarang kalian islam secara keturunan, yuk kita sama-sama cari dengan akal. klo maaf ada yg non muslim kebetulan baca tulisan ini, yuk kita sama-sama berfikir tentang manusia, kehidupan dan alam semesta".

Hiasilah wajahmu dengan senyuman, karena senyum mu pada insan, mampu membuat dunia tersenyum padamu. ^_^





Selasa, 04 Maret 2014

Ada yang datang dan ada yang pergi




Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk bisa sampai di tahun 2013...subhanallah maha suci Allah yang telah membarikan bertrilyun kenikmatan kepada ku.

Gak terasa sekarang udah bulan maret lagi.ada banyak peristiwa yang kulalui salama ini.
hmmmmm... mungkin saat pertama kahilangan seseorang dalam perjalanan ini, kita merasa sedih. Kita merasa gak rela klo dia harus pergi dari kebersamaan saat ini. Tapi percayalah, semua perasaan itu akan berlalu seiring berjalannya waktu, aktivitas, kesibukan, harapan kita. saat samua itu talah menyibukkan kita, tanpa terasa perginya orang itu tak memberi efek apa-apa kecuali saat pertama melepasnya saja.
Ya, cukup satu hari itu, saat dia pertama kali dia pergi dengan melambaikan tangan dan membawa sebagian hati (hahahahaha lebay), saat dia mengucapkan bahwa kita harus berpisah. Dan hari berikutnya, semua berjalan seperti biasa.
yaaaa...hidup memang seperti itu, ada yang datang dan pergi silih berganti. begitupun saat ini, orang itu akan pergi. pergi untuk sebuah kehidupan yang lebih baik. pergi untuk masa depan yang lebih baik.

Senin, 05 Agustus 2013

Dipenghujung waktu

   


  Malem selasa, malem ke 27 dibulan Ramadhan thn ini. Sesaat setelah berbincang-bincang dengan Ua, saya kok rasanya pengen keluar, melihat langit malam di bulan ramadhan. Dan entah kenapa menurut saya langit malam di bulan ramadhan itu gak sama kaya malem-malem diluar bulan ramadhan. Malam ini aku terduduk diteras belakang rumah, ya rumah yg telah ku tinggali selama hampir 5thn ini.

       Kupandangi langi malam ini, meski hanya ada satu, dua bintang saja yang tampak dilangit malam ini, tapi bagi ku damainya malam ini dapat kurasakan. Sesaat aku terpaku, mengingat perjalanan kehidupan ini, dan tiba-tiba air matapun meleleh, dalam hati ini aku rinduuuuuuuuuuuuuuuu bersujud pada-MU ya Rabb. Karena kusadar, ini adalah malam penghujung dibulan ramadhan. Bulan ramadhan yang tenang akan segera pergi meninggalkan ku. Entahlah, rasanya aku tak rela jika ramadhan harus berlalu, karena ku tahu persembahan ibadahku yang tak seberapa, sedangkan dosaku begiiiiiiiiiiiiiiiitu banyak, malam ini aku ingin sujud tersungkur hingga aku puas untuk memuji-Mu. Dalam diam, sekali lagi kupandangi langit malam. Dan aku merasakan rinduuuuuu pada-Mu ya Rabb. Maha kuasa-Mu yang memberikan rasa cinta dengan begitu halus, masuk kedalam relung hati. Ya malam ini aku merasakan rinduuuuu,  aku merasakan cinta-Mu, hingga tak ada celah untuk ku dapat berpaling dari cinta-Mu, cinta yang begitu halus, cinta yang tulus, cinta diatas cinta.
Hingga rindu ini begitu menggebu, rinduku untuk bersujud pada-Mu, rinduku akan pertemuan dengan-Mu, rinduku untuk menjadi hamba yang taat dihadapan Mu, rinduku untuk melangkah dijalan-Mu.

     Hingga pada akhirnya aku berazam, bahwa jika dapat merasakan langit nya negeri orang hanyalah sebuah kemungkinan, namun disini, dimana kedua kaki ku berpijak maka disini pula aku harus menegakan agama Mu. sakali lagi, malam ini aku merasalan cinta yang halus, cinta diatas cinta.
    Bagi ku Ramadhan adalah adalah bulan cinta, satiap hari adalah ketakutan, takut untuk melepaskan bulan ramadhan, seperti seorang kekasih yg baru bertemu dan tak ingin dipisahkan.
    Ramadhan adalah bulan cinta, cinta yang hakiki, cinta diatas cinta.

"Ya Rabb, aku malu dengan menghambaan ku yang tak seberapa.
Aku takut akan dosa yang telah aku perbuat, jika Engkau tak mengampuninya.
Aku malu dengan permintaan ku yang tak pernah mengukur diri.
Namun dalam takut dan malu aku berharap Engkau bukakan pintu ampunan-Mu.
Dengan merintih, aku memohon Ya Rabb, terimalah ibadahku yang tak sempurna ini.
Bantu aku untuk melawan hawa nafsu ini.
Bantu aku untuk bisa berdiri istiqomah dijalan-Mu.
Balam kepasrahan, kuserahkan hidup dan mati ku.
Aaaaammmmiiiiiinnn Ya Robbalalamin"

~Sa'I (Salam Inspirasi)~

Jumat, 02 Agustus 2013

Melawan Malas

HOAAAAAAMMmmmmmmm.
Mesti nulis mulai dari mana nih, kadang suka kesel juga sama diri sendiri, Hellooooo kita kan udah tau ya, klo cuman ngomong doang tanpa aksi, klo mimpi doang tanpa realisasi kapan cita2 dan impian itu akan tercapai?

Satu hal yang bisa gw petik dari kemalasan gw akhir2 ini, yaitu begitu pintarnya syetan membingkai hawa nafsu menjadi sesuatu yang tampak indah untuk di ikuti. coba deh kalian fikir, disaat malem-malem kita pengen baca buku, tiba-tiba terlintas fikiran kaya gini "inikan udah malem, lagian besok kan mesti kerja pula, udah nanti subuh sajja baca buku nya".  Well, selintas seperti bisikan halus yang menyuruh kita untuk istirahat, padahal itu adalah GODAAN sekali lagi gw ulangi itu adalah GODAAN. dan klo kita bisa melalui bisikan yg pertama maka kita ambil buku, kita bacaaa daaaaannnn 5menit kemudian, tiba-tiba kita akan diserang rasa ngantuk LUAR BIASA kelopak mata serasa ada magnet nya, dan terjadilah saling tarik menarik antara kelopak mata atas ama bawah kaya magnet dengan kutub utara dan selatannya.

Oke, kita mesti ngelawan semua itu dengan kekuatan SUPER pemirsah. Baiklah dan gw akan mulai dari SEKARANG. disini gw bakal ngasih kata-kata motivasi buat lo yang kadang suka dihampiri si malas.

             "INGAT"

"CITA-CITA akan tetap menjadi CITA-CITA jika kita tak pernah BERBUAT untuk MEWUJUDKANNYA "

"TAK ADA GUNANYA hanya BICARA BESAR jika tanpa AKSI NYATA"

sekian dulu buat malem ini, gw mau back to PROGRAM.

~Sa'I (Salam Inspirasi)~

Selasa, 09 Juli 2013

Malam Pertama ~Ramadhan 2013~


Bismillah.....
Alhamdulillah ya Allah, Engkau pertemukan hamba dengan bulan penuh berkah ini.. semoga bulan ini menjadi bulan yang penuh dengan ampunan Mu..semoga bulan ini hamba mendapatkan ampunan Mu ya Rabb...
 Maha suci Engkau yang telah menciptakan semua yang ada di dunia ini berpasangan dan begitu sempurna, semua tunduk akan tita-Mu,...
Ya Allah aq hanya ingin menjadi hamba-Mu yang taat...
aq hanya ingin menjalankan semua perintah-Mu...
jadikan keluarga ku menjadi bidadari2 penghuni syurga-Mu kelak ya Rabb...
lindungi keluarga ku, saudara2 ku dari siksa api neraka...
kumpulkan kami di jannah -Mu ya Rabb...
 Ya Allah begitu besar kasih sayang Mu, begitu luas ampunan Mu..begitu Maha dekatnya Engkau Ya Rabb,..
ampuni kami yang selalu berbuat dosa dihadapan Mu...
hati dan fikiran yang tak terjaga...
 mata yg tak terjaga dari melihat yang tak sepantasnya hamba lihat..
telinga yg tak terjaga dari mendengarkan hal yg tak seharusnya hamba dengar...
menjaga mulit dari perkataan yang tak bermanfaat....
Ya Rabb menjaga anggota tubuh ini sajja, hamba tak mampu. jika tanpa izin Mu..
Engkau begitu dekat dengan kami....
Engkau mengabulkan setiap doa2 kami...
hanya kami yang selalu terlambat untuk kembali ke jalan Mu.....
bantu kami untuk dapat menjaga anggota tubuh ini Ya Rabb...karena kelak semua akan dimintai pertanggung jawaban....
ajari kami untuk mencintai Mu,,,,
tuntun kami agar selau ada di jalan Mu....
Sayangi orang tua kami ya Rabb... jaga kedua orang tua ku ya Rabb...
balas semua kasih sayang mereka pada kami Ya Rabb...karena hanya Engkau yang mampu membalas nya...

#dari_hati_yang_hanya_ingin_terpaut_pada_NYA...