Minggu, 16 Agustus 2015

Sisi Gelap Dunia



Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Segala Puji hanya milik Allah.


Dunia dengan segala gemerlapnya mampu membuat buta siapapun yang terlena.
Tertutup mata dari melihat cahaya yang mampu membimbing sang musafir dari hiruk pikuk kekacauan dunia.
Mari kita pejamkan mata dan merasakan dengan bening hati, ada jeritan rindu disamudra jiwa akan kelembutan cinta NYA.

Manusia dengan segala kesombongan, keangkuhan dan kebodohannya berjalan dengan congkak di atas dunia. Yang bahkan raganyapun bukanlah miliknya, sungguh tak tahu malu.

Pagi hari masih diselimuti embun yang menyejukan, mentari mulai menampakan wajahnya dengan malu-malu. Sebuah mobil jeep yang biasa digunakan untuk memburu terlihat memasuki sebuah garasa rumah mewah yang sudah terbuka sejak tadi. Tak lama setelah itu, mobil lain menyusul masuk kegarasi yang sama namun melaju dengan mundur. Jika jeep itu menghadap barat, maka mobil L300 itu menghadap keselatan. terlihat tiga orang laki-laki tampak sedang berusaha memindakhan sesuatu, seorang dari mereka yang usianya masih muda, tampak beberapa kali bergidik. Dengan sigap ketiganya memindahkan beban berat itu kedalam mobil L300 yang sudah disediakan.

Disebrang jalan, didalam rumah yang asri, tepat didalam kamar yang menghadap ke jalan seseorang tengah memperhatikan semua gerak gerik aktifitas digarasi itu, dengan wajah penasaran ia perhatikan dengan detail apa yang sebenarnya terjadi. Sementara ketiga laki-laki tadi telah selesai memindahkan beban itu, seorang lelaki yang usianya kira-kira 41 tahun tampak terburu masuk kedalam mobil L300, dia menghidupkan mesin dan langsung injak gas, seperti terburu-buru. aku yang dari tadi memperhatikan mereka dengan sigap naik keatas kursi, berharap bisa melihat dengan jelas apa yang dibawa mobil tersebut. 30 detik kemudain mobil itu melewati kamarku (tepatnya kamar sodaraku yang aku pinjam selama hampir 7tahun ini)
dan tampak jelaslah olehku, seekor babi hutan mati yang berukuran besar tergeletak dimobil itu, bagian perutnya sudah sobek, dan sudah tak ada jeroannya lagi. Tanpa komando, aku langsung eneg, rasa ingin muntah serta merta merta menghampiri (bahkan saat menuliskan cerita inipun aku masih merasakan ingin muntah). Bagiku yang seorang muslim, babi merupakan hewan menjijikan yang dilarang Allah untuk dikonsumsi. Berkali-kali aku menelan ludah, hewan menjjijikan itu masih saja terbayang, sesaat setelah itu aku tanyakan pada tante tentang peristiwa yang baru saja aku lihat, dan benar saja penghuni rumah mewah itu memang terbiasa berburu babi dan menjualnya ketempat 'itu'.

Jam dinding mennunjukan pukual 07:40
Aku sudah terbiasa untuk berangkat kerja dijam itu, aku pamit untuk berangkat kerja. kurang dari 10 menit aku sudah sampai di perusahaan tempatku bekerja. Gerbang masih terbuka (bisa dibilang mirip disekolah, karena kalo kamu telat sepersekian detik saja, satpam galak akan menutup puntu tanpa belaskasihan. yah, meskipun hanya kamu hanya telat 1 detik). Aku memasuki area parkir yang luas, melewati pos satpam, lurus belok kiri dan melakukan absen, "masih pagi" fikirku, dengan santai aku memasuki ruang reseptionis, ada sedikit kegaduhan disitu, tampak beberapa orang berkerumun. terlihat mr.Hong dengan wajahnya yang panik, sementara itu mr. Lee berlari dengan wajah tegang menghampiri kerumunan itu. Aku tak begitu memperdulikan kejadian itu, mungkin hanya terjadi insiden kecil. 10meter dari situ adalah ruanganku, tampak beberapa orang tengah keheranan saling memandang satu sama lain dan mengatakan "ini aneh". Aku masih belum mengerti apa yang terjadi. hingga salah seorang temaku memberi tahu apa yang terjadi. Lagi-lagi aku hanya bengong tak percaya, berkas-berkas penting perusahaan dan sejumlah *an* perusahaan raip. Kontan itu membuat seisi office panik. Tak lama beberapa petugas dari kepolisian datang dan melakukan olah TKP. sedangkan kami diperintahkan untuk melakukan pekerjaan seperti biasa. Namun naas, teman-temanku yang mendapat giliran jaga malam harus kembali ke kantor untuk dimintai keterangan, dengan bersungut-sungat dan menahan kantuk, mereka kembali ke kantor untuk dimintai keterangan. hingga saat ini kasus itu masih diselidiki kepolisian.

Pukul 17:00
Hari ini waktu berputar begitu lambat, terasa lama dan menyiksa. semua orang dibuat penasaran.
seperti burung yang dikeluarkan dari sangkar, aku langsung menghambur keluar, saat alarm pulang berbunyi.
dalam perjalanan pulang aku termenung, memikirkan semua kejadian hari ini.
Pemburu dan penjual babi, perampok semua perbuatan hina yang tak habis fikir kenapa manusia bisa melakukannya. Islam adalah agama yang sempurna, islam mengajarkanku untuk jujur dan berbuat mulia. Dalam sabdanya Allah membolehkan semua makanan yang ada didunia ini untuk dikonsumsi, hanya ada beberapa saja yang diharamkan.

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” (QS. Al Maidah: 3)

Dalam Alqur'an sangan jelas kija Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.
Sungguh tak habis fikirku, alam yang terbentang luas, telah Allah tundukan lautan agar manusia dapat berlayar diatasnya, mengambil ikan dari dalamnya. dan telah Allah jinakkan hewan-hewan  agar manusia bisa mengelolanya. Namun kenapa kebanyakan manusia mempersulit dirinya dengan mengambil yang haram.
sebuah pelajaran, betapa manusia yang serakah tak akan cukup dengan satu gunung emas yang ia miliki, bahkan jika ia sudah punya 4 gunung emas, ia akan mencari gunung emas yang ke 5.

Nafsu, begitu dibiarkan ia akan menguasaimu, mengendalikanmu sekehendaknya. Mendobrak pagar penghalang yang digariskan Allah agar manusia samapai pada Syurganya,..
Wallahu A'lam

Terpekur aku dalam kehidupan ini. berusaha menggenggam erat sabda MU.

Minggu, 26 Juli 2015

Pelangi disudut kota (cerpen)





Bismillahirrohmanirrohim
apa kabar semua? lama tak bercerita yah, gak sibuk-sibuk banget sih. tapi justru lagi mencari kesibukan.. ^^ well, malem ini mau nulis cerpen, sebenernya ini adalah naskah lama yang sengaja aku simpan, tepatnya naskah cerpen saat lomba bulan bahasa waktu sekolah SMA dulu, udah berapa tahun ya?( stop gak usah dibahas) hehehe ceritanya seputar asa dan cita. cekidooooooooooooooooooooooottttt...


Cerpen ini mengambil latar di kota kembang Bandung, disebuah Sekolah SMA Tunas Bangsa (Emang ada, don't know lah, namanya juga cerpen). Diperanka oleh segelintir orang yang ceritanya mereka merupakan siswa-siswi Sekolah tsb. Selamat menikmati cerpen renyah dan garing dari penulis (keripik kali ah).

>>>>>>>

Semenjak Ega mergokin Naya, cewek pinter, sederhana dan taat beragama itu sedang ngeliatin dia dari bangku agak pojok, Ega jadi sering ngelamun lantaran mikirin sikap Naya yang rada-rada aneh.
"Ah, ngapain juga gue mikirin cewek biasa kaya dia, masih banyak cewek cantik, populer, kaya yang mau diperhatiin sama gue" bisik Ega dengan bangganya. Yups...!! bener banget, bagi dia gonta-ganti pacar udah kayak makan permen karet. Begitu manisnya abis, ganti lagi sama yang baru. Itu karena dia diberi wajah yang cakep, lumayan pinter dan orang tua yang tajir. So, wajar dong kalau Ega jadi rebutan cewek-cewek cantik yang ada di SMA Tunas Bangsa. Tapi Naya, boro-boro cari perhatian, kalau lagi kebetulan ngobrol aja gak pernah lihat wajah lantaran malu, makanya dia suka curi-curi pandang, ngeliatin Ega dari jauh. Belum lahi Ega punya senyuman yang bisa meluluhkan hati para cwwek, cieeeee....segitunya (agak lebay, namanya juga cerpen).
"Wey, ngapain kamu bengong kaya kodok, lagi cari cara buat mutusin Ami?" kata-kata Doni teman se-Gank Ega nyeletuk.
"Itu Nay,... Eh, lu bikin gua kaget tau, kalo becanda kira-kira dong, klo gue jantungan gimana?" cerocos Ega sambil nenangin diri karena kaget.
"Yeee... sewot banget. Heh, bentar lagi ujian jangan mikirin cewek mulu, lu kok jadi sering bengong. Awas ayam tetangga pada mati, eh...tadi lu bilang........" kalimat Doni menggantung
"Iya gue tau. Eh, entar lu mau nerusin kemana?" Ega mengalihkan pembicaraan.
"Sesuai dengan kesepakatan dengan my darling, gue mau nerusin k UGM, gimana kerenkan?" ujar Doni dengan pedenya.
"Ya... Terserah deh, yang penting lu sama cewek lu keterima, lu seneng gue juga ikut seneng." cuek Ega.
Teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet teeeeeeeeeeeet teeeeeeeet bel tanda masuk berbunyi, mereka bergegas masuk kelas, begitu pula dengan Naya yang dari tadi merhatiin mereka dari jauh. Ada rasa kangen kalo gak ketemu Ega sehari aja, makanya hampir tiap hari minggu Naya suka bela-belain joging cuman buat lewat didepan rumah Ega (padahal Bandung dingiiiiin bingit, pagi-pagi hari minggu lebih enak selimuta.. ^^).
Kalau Ega gak masuk sekolah karena sakit or bolos gara-gara harus nganterin ceweknya jalan, biasanya Naya langsung uring-uringan. Dan itu bikin Leli, temen deket Naya kudu ngeluarin jurus jitu buat ngasih semangat sama nenangin sahabatnya dekatnya itu. Tapi itu tak berlangsung lama kok, soalnya Naya sadar banget kalau suka sama mahluk itu gak boleh berlebihan, gak boleh melebihi rasa sayang kita sama Allah. (Naya cuma baper ajah, yah ceritanya juga anak SMA...^^).
Kesibukan Sekolah karena mau menghadapi UN, membuat para siswa-siswinya sejenak lupa buat mikirin pacar. Mereka semua ingin lulus dengan nilai terbaik dan keterima di Universitas yang selam ini mereka cita-citakan. Hingga suatu hari, mereka menerima pengumuman kelulusan, tak kuasa menahan kebahagiaan, karena semua murid kelas 3 SMA Tunas Bangsa pada lulus, mereka meluapkan kebahagian itu dengan semprot-semprot polok, yang sepertinya sudah menjadi ritual norak dikalangan Sekolah. (Inget yah, NORAK tau, sayang banget baju masih bagus dicoret-coret)
EEEEiiiiiit, tapi tidak dengan Naya dan Leli, mereka memilih untuk menjadi penonton saja, meski beberapa kali mereka hendak di semprot oleh teman yang lain, namun mereka menolaknya dengan halus. Hingga tak ada yang berani maksa mereka. Bagi Naya hari itu perasaannya campur aduk, ada rasa senang karena dia lulus UN. tapi dia sedih lantaran harus berpisah dengan Ega,  cowok yang semala ini jadi kecengannya, mungkin lebih mirip "pacar khayalan".
"Udah dong Nay, semua itu pasti ada akhirnya. Di Dunia ini gak ada yang abadi (kaya lagu yah...wkwkw) kamu harus yakin, kalo suatu hari nanti, Allah pasti akan mempertemukan kamu dengan laki-laki yang jaaaaaaaaauuuuh lebih baik dari Ega, laki-laki yang akan menjadi imam kamu kelak" ucap Leli berusaha menenangkan Naya.
Tiba-tiba Ega, Doni dan Bimo cs datang.
"Eh.. Nay, kenapa nangis, orang pada seneng kok kamu malah nangis" suara Ega mengagetkan Naya.
"Iya nih, kamu gak lulus?" Bimo menimpali sambil garuk-garuk kepalanya yang full ketombe.
"Oh..Eh...Hmmm... Enggak kok, Naya nangis karena Naya seneng." jawab Naya sambil salting gara-gara kedatangan Ega yang tiba-tiba.
"Ooooooooh..." ucap Ega, Doni dan Bimo serentak.
"Kamu mau nerusin dimana Nay?" Pertanyaan Ega yang buat jantung Naya dag dig dug.
 "eemmmmm... itu mungkin aku mau kerja dulu. Kamu sendiri kemana?" untuk yang kedua kalinya Naya dibuat gugup.
"Kalau aku sih pengennya ke UI, doain yah biar keterima" masih dengan pedenya Ega menjawab.
Naya hanya membalas dengan anggukan kepala.
"Eh, gimana kalo kita seneng-seneng. Kita makan bakso mak Uji yang super mantap yuk, yaaah... sekalian perpisahanlah sama mang Uji, dia kan suka kewalahan klo lagi melayani kita, yang gak sabaran." Doni ngasih ide, dan disepakati dengan yang lain. Mereka seneng banget, apalagi Naya yang gak nyangka bisa makan bakso bareng Ega, terutama sih gratis, karena semua Ega yang bayarin.

Beberapa tahun kemudian.....

             Naya pengen banget bisa ngerasain jadi akan kuliahan itu seperti apa, makanya setelah lulus sekolah SMA, dia ikut saudaranya ke Jakarta bekerja, ceritanya dia bekerja untuk modal  masuk kuliah. Naya pengen banget kuliah dan ngambil jurusan tataboga, biar bisa buka usaha kue dan bisa bantu orang tuanya mencari uang. Tak terasa, dia sudah duduk di semester 4, salah satu Universitas swasta di Bandung, setelah bekal masuk kulian cukup dari kerjanya di Jakarta, Naya memutuskan untuk kembai ke Bandung dan kuliah sambil bekerja disana. Sekarang dia tengan senyum-senyum sendiri mengingat kelakuan NORAK nya waktu SMA, mengenang saat makan bakso mang Uji bareng Leli, Ega dan yang lain. Ah,,,, perjalanan hidup memang tak ada yang tahu, semua akan terkenang dalam memori ingatan masing-masing. saat-saat paling indah saat itu, bisa jadi saat paling geli kalo diingat-ingat lagi saat ini.


            Sementara itu, di Indonesi bagian Bogor, Ega lagi pusing mikirin Rina yang gak mau diputusin. Sejak lulus SMA duku, Ega gak keterima di UI, akhirnya dia mutusin untuk kulian di IPB. Awalnya Ega bete, tapi setelah dijalanin sama saja, di Bogor juga banya cewk cantiknya (masih belom tobat nih bocah), seenggaknya itu alesan dia bisa betah kulian di Bogor. Meski dia suka gonta-ganti pacar, tapi itu tidak membuat nilai kuliah Ega jeblok, dan  kini dia lagi bingung, dari sekian banyak cewek yang pernah nyantol sama dia, gak ada satupun cewek yang pas dihati Ega, mulai dari Laras yang keturunan Belanda, Desi yang anak pejabat, Restu, Mega atau Shasa yang kata orang imut dan ngegemesin. Mereka cuman membuat Ega jadi orang lain. Meraka banyak nuntut, Mega yang suka Ega klo pake jas. Padahal baju pavorit Ega kaos oblong. Restu yang harus ditemenin jalan-jalan tiap minggu, Sashi yang pingin dijemput tiap hari, semuanya bikin Ega lelah.
"Coba kalau pacar gue Naya" Ups..... kok Naya.. "kenapa gue jadi kepikiran Naya yah.." bisik Ega dalam hati. "Emang sih, dia orangnya gak cantik-cantik banget,  tapi dia pinter, baik, gak sombong dan taat agama lagi,  kayaknya kalau gue pacaran sama Naya gak bakalan ribet kaya gini deh" gumam Ega.
Ega meraih album kenangan saat SMA dulu yang tergeletak dilaci paling bawah lemarinya, dia membuka setiap halamannya, berharap ada foto Naya disitu.
Yaaaah.. Nay dulu kamu sering ngeliatin aku dari bangku agak pojok, gak berani natap wajah kalo kita lagi ngobrol. Jika itu menandakan kamu suka sama aku, aku bersyukur banget Nay, karena pada kenyataannya, cewek kayak kamu yang aku cari. Bukan cewek yang kecentilan, agresif, dan suka mamerin aurat  kaya jajaran mantanku.
"Nay... mudah-mudahan kita bertemu lagi, dan aku berharap kamu adalah orang terakhir tempat aku berlabuh." bisik batin Ega seraya berdoa. ^^

                                                                               THE END

Note dari penulis
-Jika ada kesamaan nama, tempat dan cerita, ini hanya fiktif belaka.
-Dalam islam tak ada PACARAN... mau pake dalil apapun, tetep tidak ada. titik
-Ini hanya CERITA bukan sebenarnya.
-Terakhir...Semoga bisa mengambil pelajaran didalamnya, bahwa wanita itu mulia dengan taatnya pada Allah.. 

SA'I (Salam Inspirasi).. tetap Istiqomah dalam kebaikan

Senin, 04 Mei 2015

Keraguan..

Bismillahirrohmanirrohim...
 Teringat percakapan beberapa hari yang lalu dengan dua sahabat saya yang sedang galau (hadeuuuh hari gini masih galau...) malu dong sama ayam teh tuti yang tiap pagi seumangat berkokok ngebangunin, hihi..
teman saya yang satu ini, dia galau lantaran ikhwan yang bilangnya udah serius, tiba tiba mundur. Nah lhooo katanya ciyus... sementara teman saya yang satu lagi galau gara-gara putus- nyambung, giliran diajak serius jawabannya "iya" tapi tarsok-tarsok mulu.. duhai para bidadari yang masih dalam penantian, tak ada yang harus kau risaukan sebab Allah sudah siapkan yang terbaik untukmu.. Dia tah pernah ingkar janji, coba kita baca kembali surat cinta itu, dalam kalamNya Allah bilang kalau semua diciptakan berpasang-pasangan, Allah juga bilang jika wania yang baik hanya untuk laki2 yang baik, begitupun sebaliknya..
   Kita hanya harus memantaskan diri untuk mendapatkan yang terbaik dari Nya. Menjadi wanita solihah yang kelak akan Allah sandingkan dengan laki-laki solih, dan perjalanan untuk menjadi solihah itu tidak didapat dengan diam dan berpangku tangan, cari ilmunya, pelajari apa yang Allah inginkan dari hambanya. Ikuti semua aturan Allah, taatlah pada Nya. Semua ada aturanya, lihat manual book intruction kita didunia ini dalam Al-Quran. Terlalu kecil kalau hari-hari ini kita isi hanya dengan mengeluh dan menyesalai apa yang sudah terjadi, mengeluh karena harapan tak sesuai kenyataan, kesal dengan apa yang Allah berikan.
Mari bercermin diri, jiwa yang masih angkuh akan semua perintahNya, diri yang banyak bermaksiat padaNya, syukur yang jarang terucap meski nikmatNya tak pernah terhenti. Mari bercermin diri yang masih jauuuuh dari solihah, mari menjadi diri yang penuh rasa syukur, hilangkan semua sifat takabur, berserahlah pada Allah, yakinlah jika Dia tak pernah ingkar janji. Kita hanya bisa mengusahakan dalam wilayah yang kita kuasai, selebihnya biarlah menjadi urusan Allah. Mari kita didik diri ini menjadi wanita  yang bidadari syurgapun cemburu.
     Bismillah...Duhai diri, malulah engkau banyak menuntut sementara amalmu tak patut. Bersabarkah wahai para bidadari yang dalam masa penantian, perbaiki amal dan dekatkan diri pada Nya dengan taat, jangankan jodoh dan rezeki, Syurga pun Allah kasih.. n_n


Menghitung Angka,..

Bismillahirrohmannirrohim...

01-05-2015
         Tanpa Ucapan, tanpa perayaan, tanpa potong kue, dan tanpa tiup lilin....
Alhamdulillah Ya Rabb, Engkau sampaikan usiaku ditahun ini. Entah berapa lama lagi jatah usiaku. Tanpa perayaan, entah ada yang ingat entah tidak. Hanya sujud panjangku Ya Rabb, ucapan syukur atas nikmat MU yang begitu luar biasa. Tak usah kau sedih karena tak ada ucapan spesial. Bukankah ketika kita meninggalkan dunia ini suatu hari nanti, orang-orang akan berduka hanya untuk beberapa saat saja. Teman2mu akan merasa kehilangan untuk 1 atau 2 hari saja, keluargamu, ayah dan ibumu mungkin akan merasa kehilanganmu untuk 1 atau 2 tahun saja, dan semua akan kembali berjalan seperti biasa. Mungkin bagi orang tuamu, ketika kita mati nanti kita akan hidup dalam kenangan dan hatinya. Di kantor, posisi kerjamu akan ada yang mengisi, perusahaan tempatmu bekerja masih tetap beroperasi seperti biasa, dan teman-temanmu kembali tertawa dengan semua aktifitasnya. Semua yang kita tinggalkan didunia akan kembali seperti biasa, namun kita yang telah pulang pada Yang Kuasa, harus mempertanggung jawabkan semua amalan kita.
         Sudah siapkah kita akan hari itu? jangan terlalu terlena dengan kehidupan dunia yang hanya sementara dan fatamorgana. Persiakanlah bekal untuk kita pulang kelak, Ya Allah, entah berapa lama sisa usiaku. Dalam setiap helaan nafas, aku selalu bermohon untuk ttp berada dlm jalan yang lurus.
         Izinkan aku pulang kelak dengan amal terbaikku, menghadapMU dengan kerinduan yang membuncah, sampaikan Salamku pada Rasullullah, manusia sempurna akhlaqnya yang sangat aku rindui...
Dikeheningan aku bermohon....

Rabu, 29 April 2015

Kapan Bertamunya... ;D #eh..

Bismillahirrohmannirohim...

Udah lama sebenernya video ini jadi koleksi di handphone, diputer berulang ulang, tapi gak bosen-bosen,,, hehehe  ini menceritakan seorang wanita yang lagi galau karena jodoh blm juga datang.
Ah, memang kalo urusannya berkaitan dengan cinta, parasaan dan jodoh pasti gaka ada habisnya. selalu ada topik menarik untuk dibicarakan,. Dalam Islam tak ada kata pacaran, yang ada hanya taaruf dan menikah,
nah lhooo, kalo belum ada calonnya gimana dooong???? Naaah, salam masa penantian itu, kita diharuskan ber Ikhtiar dengan cara memantaskan diri. Lalu gimana caranya memantaskan diri? caranya yaitu dengan cara mencari ilmunya terlebuh dahulu. lha emang nikah ada pelajarannya? Maksudnya, segala sesuatu itu ada ilmunya, missalnya nih ya, mau solat ada ilmunya. Mau puasa, ada ilmunya, Mau bisnis ada ilmunya. Naaah, untuk berumah tanggapun ada ilmunya lhoooo.... apa itu??? tonton dulu videonya sampe habis, dan kalian bisa menyimpulkannya.Happy Watching... semoga bermanfaat

Tawaran itu Datang dan Pergi

Bismillahhirohmannirohim....

Ada pepatah yang mengatakan jika kesempatan itu tidak datang dua kali. Tapi itu tidak berlaku untukku, tawaran satu tahun silam, saat aku berjuang mengerjakan skripsi datang kembali, masih dalam bentuk dan rupa yang sama. Namun kini aku sudah lebih siap untuk mengambilnya, saat semua sudah ku persiapkan dalam tiga bulan kedepan, saat aku terus meluruskan niat, saat aku sudah mulai mantap, tiba-tiba ada kabar jika akan ada yang mengisi untuk waktu dekat (mengingat aku yang minta waktu untuk mengurus semuanya).
Entah harus kecewa atau bagainama, namun inilah kenyataannya, tawaran itu datang dan pergi begitu saja.

Bismillah tak ada yang kebetulan di dunia ini, aku hanya serahkan semuanya pada yang Maha Kuasa. mungkin besok-lusa tawaran itu akan datang kembali... n_n
Tak usah ku fikirkan apa yang akan terjadi esok-lusa, karena semua masa depan ada dalam genggamanNYA. aku hanya harus berusaha dengan apa yang ada dihadapanku saat ini, berjalan lurus sesuai dengan sabdaNYA.

I Believe... hari itu akan datang.

Selasa, 13 Januari 2015

Jika aku hidup dizamannya





Bismillahirahmannirrohim...

Sahabat, inilah beberapa kutipan dari ust. Salim A. Fillah yang membuat hati ini cemburu, akankan diri ini dapat berjumpa dengan  kekasih Allah yg mulia ini, Ya Rasullallah, kami rindu padamu.

Apa kiranya perasaan Ash Shiddiq saat Nabiﷺ bersabda, "Andai kuambil kekasih di antara insan; pasti kujadikan Abu Bakr sebagai Khalilku"?
Apa kiranya perasaan 'Umar, saat dia berpamit 'umrah & Nabiﷺ bersabda padanya, "Jangan lupakan kami dalam doamu duhai saudara tersayang"?
Apa kiranya perasaan 'Utsman saat membekali pasukan Tabuk & Nabiﷺ bersabda, "Tiada bahayakan 'Utsman apapun yang ia lakukan setelah ini"?
Apa kiranya perasaan 'Ali kala Nabiﷺ bersabda, "Hanyasanya kedudukanmu di sisiku laksana Harun di sisi Musa, tapi tiada Nabi sesudahku"?
Apa kiranya perasaan Thalhah saat Nabiﷺ bersabda, "Siapa yang ingin melihat syahid yang masih berjalan di atas bumi, lihatlah Thalhah"?
Apa kiranya perasaan Az Zubair saat RasuluLlahﷺ bersabda, "Setiap Nabi memiliki Hawari, dan Hawariku adalah Zubair ibn Al 'Awwam"?
Apa kiranya perasaan Abu 'Ubaidah saat Nabiﷺ bersabda, "Setiap ummat memiliki Amin, dan orang kepercayaan ummat ini adalah Abu 'Ubaidah"?
Apa kiranya perasaan 'Abdurrahman ibn 'Auf saat dirinyalah dimaksud oleh sabda Nabiﷺ kepada Khalid ibn Al Walid, "Jangan cela sahabatku..Demi Allah andai kalian berinfak emas seberat gunung Uhud; hal itu takkan menyamai shadaqah segenggam atau setengah genggam tepungnya."
Apa kiranya perasaan Sa'd ibn Abi Waqqash saat Nabiﷺ bersabda, "Panahlah duhai Sa'd, panahlah! Ayah & Bundaku sebagai tebusan bagimu"?
Apa kiranya perasaan Mu'adz ibn Jabal, di saat RasuluLlahﷺ bersabda padanya, "Wahai Mu'adz, demi Allah, aku benar-benar mencintaimu"?
Apa kiranya perasaan Ibn 'Abbas, saat Nabiﷺ merengkuh & mencium kepalanya lalu berdoa, "Ya Allah faqihkan dia & ajarkan tafsir padanya"?
Apa kiranya perasaan Ubay ibn Ka'b, saat Nabiﷺ berkata padanya, "Allah memerintahkanku tuk membacakan Surat Al Bayyinah ini kepadamu"...hingga dengan wajah berseri-seri dia bertanya, "Ya RasulaLlah; benarkah Allah menyebut namaku kepadamu?" & Nabiﷺ menjawab, "Benar!"?
Apa kiranya perasaan Abu Musa Al Asy'ari, di saat Nabiﷺ bersabda, "Esok datanglah menjumpaiku, aku ingin mendengarkan bacaan Quran-mu"?
Apa kiranya perasaan 'Aisyah, saat Nabiﷺ menyebut namanya tanpa ragu di urutan pertama, kala ditanya 'Amr siapakan yang paling dicintai?
Apa kiranya perasaan Ibn Mas'ud, kala betis kecilnya ditertawakan; maka Nabiﷺ bersabda, "Betis itu di sisi Allah lebih berat dari Uhud"?
Apa kiranya perasaan 'Ukasyah, saat disebut 70.000 orang masuk ke surga tanpa hisab & Nabiﷺ berkata, "Engkau termasuk di antara mereka"?
Apa kiranya perasaan Bilal ibn Rabah, saat Nabiﷺ bersabda, "Ceritakan padaku hai Bilal, 'amal apakah yang paling kau jaga dalam Islam.. .sebab sungguh aku mendengar bunyi terompahmu di surga?", lalu dia menjawab tersipu, "Menjaga wudhu' & dua raka'at syukur atas wudhu'"?
Apa kiranya perasaan orang-orang Anshar, di kala Nabiﷺ bersabda, "Jika manusia memilih jalan melalui sebuah lembah, sedang kaum Anshar mengambil suatu celah, niscaya aku turut serta di celah yang dilalui para Anshar. Ya Allah rahmatilah Anshar & anak-cucu kaum Anshar"?
Apa kiranya perasaan para sahabat semuanya, yang mereka berjumpa Nabiﷺ pada petang & pagi, berjalan mengiringi, beroleh senyum & doanya?
Yang lebih penting & jelita dari itu semua; bagaimana dengan kita? Apa kiranya perasaan kita saat kelak bertemu Nabiﷺ & para sahabatnya?
Adakah Nabiﷺ kan bersabda, "Kaliankah orangnya, yang telah membuatku menangis karena rindu, yang telah membuat para sahabatku cemburu"?"Kaliankah orangnya; yang beriman kepada apa yang kubawa meski kita tak berjumpa; yang mengucap shalawat atas namaku meski tak bertemu?" Ini kami Ya RasulaLlah; yang rindu tapi malu, membaca shalawat dengan lidah kelu; adakah kami layak jadi ummatmu, & beroleh syafaa'atmu? Ya Allah, limpahkan shalawat pada Muhammadﷺ, sampaikan salam kami padanya. Pula ridhaMu atas semua sahabat; jadikan kami bersama mereka.